Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Bencana Sepekan Terakhir, Sembilan Orang Meninggal dan Empat Hilang

Senin 03 Oct 2022 21:52 WIB

Rep: Fauziah Mursid / Red: Ilham Tirta

Penyaluran bantuan pada korban banjir dan longsor di Desa Kanekes, Lebak, Banten, beberapa waktu lalu. Ilustrasi.

Penyaluran bantuan pada korban banjir dan longsor di Desa Kanekes, Lebak, Banten, beberapa waktu lalu. Ilustrasi.

Foto: ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas
Bencana alam sepekan terakhir menurun jika dibandingkan pekan sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 32 kali bencana alam selama sepekan dari kurun 26 September-2 Oktober 2022.  Sebanyak 94 persen atau 30 kejadiannya didominasi bencana hidrometeorologi dan dua kejadian bencana geologi.

"Kita melihat ada pengurangan," ujar Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam paparannya secara daring, Senin (3/10/2022).

Baca Juga

Muhari mengatakan, jumlah bencana pekan ini lebih rendah dibandingkan sepekan sebelumnya 48 kali bencana. Jumlah bencana pada pekan sebelumnya itu menjadi terbanyak dalam satu pekan.

Dia menjelaskan, dari 32 kejadian, bencana banjir dan cuaca ekstrem tercatat paling sering pada pekan ini, yaitu masing-masing 10 kejadian. Sementara, kebakaran hutan dan lahan terjadi delapan kejadian.

"Meskipun seharusnya kita sudah masuk awal musim hujan ya, tapi karena memang seharusnya kalau secara periode moonsun secara normal ini kita masih pada periode peralihan, tetapi karena ada pengaruh dari fenomena regional, La Nina dan IOD Indian Ocean Dipole di Samudra Hindia, kita masih relatif basah tapi tidak mengurangi dari kejadian kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Sementara, bencana tanah longsor menjadi peristiwa yang menyebabkan banyak korban jiwa dan beberapa luka-luka. Dua kejadian tanah longsor ini membuat 8 jiwa meninggal dunia, 4 jiwa hilang, dan 6 jiwa luka-luka. Kemudian, dari kejadian gempa bumi menyebabkan 1 jiwa meninggal dunia.

Dia mengatakan, kejadian bencana geologi adalah dua kali gempa bumi. "Gempa darat yang cukup signifikan di Tapanuli Utara dan ini gempa darat dangkal sebenarnya tetapi syukur Alhamdulillah korbannya tidak terlalu banyak, baik itu jiwa luka maupun harta benda," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA