Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Konsumsi Buah dan Sayur Segar Tinggi Serat Jaga Kesehatan Jantung

Senin 03 Oct 2022 19:43 WIB

Red: Nora Azizah

Buah dan sayur segar adalah asupan terbaik untuk kesehatan jantung.

Buah dan sayur segar adalah asupan terbaik untuk kesehatan jantung.

Foto: www.piqsels.com
Buah dan sayur segar adalah asupan terbaik untuk kesehatan jantung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter spesialis penyakit jantung pembuluh darah menyebutkan konsumsi buah dan sayur segar dan tinggi serat dapat menjaga kesehatan jantung. "Menurut hasil penelitian konsumsi sayuran dan buah buahan segar atau tinggi serat adalah yang terbaik untuk kesehatan jantung, bahkan sebaiknya mengkonsumsi sampai dua kali dalam sehari. Ikan yang tinggi omega 3, juga dapat dilakukan empat hingga lima kali dalam seminggu," ujar Dokter spesialis penyakit jantung pembuluh darah dari Siloam Hospitals Dhirga Surga, dr Triadi Milano SpJP (K), dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/10/2022).

Adapun untuk daging putih (telur, ayam) sesungguhnya dibatasi tiga kali dalam seminggu serta daging merah yang hanya maksimal cukup dua kali dalam seminggu. Karbohidrat tinggi gula (biskuit, mentega) sebaiknya dibatasi satu kali saja dalam seminggu.

Baca Juga

"Justru saya beri rekomendasi adalah konsumsi kacang kacangan, dengan mengesampingkan risiko bagi penderita asam urat, dapat dikonsumsi sampai 400 gram per hari," jelas dia.

Secara garis besar, makanan sehat yang berguna bagi kesehatan jantung antara lain beras merah, sayuran hijau, ikan, buah seperti alpukat , apel, pepaya, pisang, jeruk dan lainnya dan bisa di tambah konsumsi minyak zaitun. Begitu juga, bagi pasien jantung, pola makan memegang peranan agar ritme kerja jantung berfungsi secara normal tanpa adanya penyumbatan di pembuluh darah akibat pola makan yang salah.

"Kadar kolesterol dalam tubuh sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi, pun pula gaya hidup yang sehat dengan rutin berolahraga. Prinsip sama juga berlaku untuk para pasien kardiovaskular, yang tentunya dilengkapi konsumsi obat teratur," imbuh dia.

Sebelumnya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes, dr Eva Susanti SKp MKes, mengatakan faktor-faktor yang menyebabkan meningkatnya kejadian penyakit kardiovaskuler antara lain hipertensi, obesitas, merokok, diabetes melitus, dan kurang aktivitas fisik. "Untuk mengatasi masalah penyakit jantung di Indonesia, Kemenkes melakukan penguatan pada layanan primer melalui edukasi penduduk, pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan meningkatkan kapasitas serta kapabilitas layanan primer," kata Eva.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA