Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Elektabilitas Tertinggi, Prabowo-Erick Thohir Duet Ideal untuk Pilpres 2024

Senin 03 Oct 2022 17:18 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Foto: Bumn
Elektabilitas Prabowo Erick terus menguat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto-Menteri BUMN Erick Thohir kembali memuncaki angka elektabilitas tertinggi Pilpres 2024 versi Lembaga Survei Indikator Indonesia. Hasil tersebut didapat dari simulasi tiga poros pasangan dalam Pilpres 2024 yang dilakukan Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

Berdasarkan hasil simulasi duet Prabowo-Erick Thohir berhasil meraih suara tertinggi dengan 37,3 persen. Menyusul di belakangnya pasangan Ganjar Pranowo-Puan Maharani dengan 34,4 persen dan Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil dengan 10,8 persen.

Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro mengatakan menguatnya angka elektabilitas Prabowo-Erick Thohir lantaran keduanya mendapat penilaian positif dari masyarakat. Baik Prabowo maupun Erick Thohir dinilai memiliki kinerja yang bagus sebagai menteri.

"Temuan survei ini menunjukan kedua figur tersebut dilihat sebagian besar publik sebagai pasangan calon saling melengkapi satu sama lain," ujar Bawono di Jakarta, Senin (3/10/22).

Bawono menyampaikan tidak hanya mengenai kinerja sebagai menteri. Menurutnya, latar belakang Prabowo-Erick Thohir juga memiliki andil besar yang membuat presepsi publik menjatuhkan pilihan kepada keduanya.

Dia mengungkapkan latar belakang pengalaman di dunia militer yang dimiliki oleh Prabowo Subianto dipersepsikan sebagai pemimpin tegas. Sedangkan Erick Thohir yang berawal dari seorang sipil dan pengusaha sukses semakin melengkapi duet militer-sipil.

"Latar belakang sebagai tokoh partai politik Prabowo Subianto dilengkapi figur latar belakang non partai politik dimiliki oleh Erick Thohir," jelasnya.

Diketahui populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden sebanyak 1.220 orang.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA