Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Tiga Jembatan di Cibalong Garut Rusak, Aktivitas Warga Terhambat

Senin 03 Oct 2022 16:35 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Nur Aini

Jembatan Rusak. Ilustrasi Sejumlah jembatan yang berada di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dilaporkan rusak akibat terdampak bencana yang terjadi pada Kamis (22/9/2022).

Jembatan Rusak. Ilustrasi Sejumlah jembatan yang berada di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dilaporkan rusak akibat terdampak bencana yang terjadi pada Kamis (22/9/2022).

Foto: pixabay
Pemkab Garut masih belum melakukan penanganan terkait rusaknya tiga jembatan

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sejumlah jembatan yang berada di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, dilaporkan rusak akibat terdampak bencana yang terjadi pada Kamis (22/9/2022). Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih belum melakukan penanganan terkait rusaknya tiga jembatan itu.

Camat Cibalong, Dianavia Faizal, mengatakan, terdapat tiga unit jembatan di wilayah yang terdampak bencana pada dua pekan lalu. Pertama, jembatan yang berada di Kampung Bangbayang, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, terputus akibat luapan Sungai Ciawi.

Baca Juga

"Itu terputus total. Jadi kendaraan tidak bisa melintas. Aktivitas masyarakat di satu dusun terhambat," kata dia saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (3/10/2022).

Menurut dia, jembatan itu merupakan satu-satunya akses warga di Kampung Bangbayang untuk keluar. Dengan terputus jembatan yang sebelumnya bisa dilalui kendaraan roda empat itu, sekitar 1.300 jiwa warga di kampung itu sempat terisolasi lantaran tak ada akses alternatif lain.

Faizal mengatakan, warga sekitar sempat membuat jembatan darurat di lokasi itu untuk mengalihkan sejumlah kendaraan yang berada di Kampung Bangbayang ke sisi sungai lainnya. "Salah satunya mobil untik mengakut anak sekolah. Jadi sekarang semua kendaraan parkirnya di seberang sungai. Untuk ke sana, warga di dusun berjalan kaki," kata dia.

Selain di Desa Mekarsari, sebuah jembatan di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, juga amblas akibat bencana dua pekan lalu. Sebagian badan jembatan dilaporkan amblas sekitar 80 sentimeter.

"Sementara di Mekarmukti jembatannya masih bisa dilalui. Hanya saja akses mobil belum bisa, dikhawatirkan akan roboh. Kalau bisa motor juga jangan dulu," kata Faizal.

Terakhir, sebuah jembatan rawayan yang berada di Desa Simpang, Kecamatan Cibalong. Jembatan itu merupakan akses yang menghubungkan antara Kabupaten Garut dengan Kabupaten Tasikmalaya. Menurut Faizal, jembatan itu baru dibangun pada 2031. Namun, jembatan itu dilaporkan hanyut pada bencana dua pekan lalu.

Ia mengatakan, hingga saat ini Pemkab Garut masih belum melakukan penanganan terkait rusaknya tiga jembatan di wilayah Kecamatan Cibalong. "Intervensi dari pemerintah untuk perbaikan jembatan belum. Mungkin semua masih fokus di kecamatan lain yang terdampak parah. Namun, berdasarkan informasi, BPBD telah melaporkan itu ke Bina Marga Provinsi," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cibalong, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Saef Balya, mengatakan, jembatan yang rusak di Desa Mekarsari telah diperbaiki secara swadaya oleh warga sekitar bersama petugas. Namun, jembatan itu belum bisa dilalui kendaraan roda empat.

"Itu sudah ada penanganan, tapi baru dari aparat sementara. Kemarin saya ke sana memberikan bantuan, jembatan sudah bisa dilintasi motor. Sementara mobil belum bisa, karena jembatan masih miring," kata dia.

Menurut dia, mobil milik warga Kampung Bangbayang masih diparkirkan di sisi seberang sungai. Warga yang menggunakan mobil harus melanjutkan dengan berjalan kaki untuk menuju kampungnya.

"Jarak jembatan ke kampung itu tidak begitu jauh," kata Saef.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA