Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Ketum PGI Sampaikan Duka Mendalam Atas Tragedi Kanjuruhan

Senin 03 Oct 2022 10:58 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah

Ketum PGI Pdt Gomar Gultom. Ketum PGI Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

Ketum PGI Pdt Gomar Gultom. Ketum PGI Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Kanjuruhan

Foto: pgi.or.id
Ia meminta Kapolri mengusut sistem pengamanan dan penanganan massa di Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum (Ketum) Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt Gomar Gultom menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Kanjuruhan, Malang. Hal ini menyebabkan meninggalnya lebih dari 100 nyawa dan ratusan lainnya luka-luka.

"Saya menyampaikan duka mendalam, dan tapekur tak berdaya atas tragedi Kanjuruhan, Malang, yang menelan jiwa 180 orang dan ratusan lainnya luka-luka. Doa saya bagi semua keluarga yang kehilangan ayah, ibu, anak atau saudara dalam tragedi ini," ujar dia dalam teks yang didapat Republika, Ahad malam (2/10/2022).

Baca Juga

Ia menyebut kejadian ini sebagai hal yang sangat ironis. Pertandingan sepak bola yang sejatinya menjunjung tinggi kemanusiaan, kerja sama dan sportivitas, harus berakhir tragis begini. 

Berkaitan dengan hal tersebut, ia lantas meminta Kapolri untuk mengusut tuntas sistem pengamanan dan penanganan massa pascapertandingan yang memicu korban sebanyak itu.

"Saatnya juga Polri mengevaluasi kembali prosedur standar yang selama ini dipakai dalam pengendalian massa," ujarnya.

Ia mengimbau dunia persepakbolaan Indonesia agar mendidik para pendukungnya. Utamanya dalam menyikapi setiap pertandingan sebagai ajang pendidikan sportivitas dan kerjasama, sekaligus sebagai hiburan, yang harus diakhiri dengan kesukacitaan, apa pun hasil pertandingan.

Setiap kekalahan tim favorit disampaikan harus diterima dengan lapang dada, seraya menghargai dan memuji kemenangan tim lainnya yang menang. "Ini menjadi catatan hitam bagi dunia persepakbolaan Indonesia yang harus diusut tuntas dan tidak boleh dibiarkan berlalu begitu saja," kata dia.

Terakhir, ia mengingatkan tidak ada satu pun nyawa yang layak hilang untuk sebuah pertandingan sepak bola.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA