Saturday, 16 Jumadil Awwal 1444 / 10 December 2022

Wakil PM Rusia: Pemulihan Pipa Gas Nord Stream Memungkinkan

Senin 03 Oct 2022 01:43 WIB

Rep: Dwina Agustin/reuters/ Red: Muhammad Fakhruddin

 Dalam gambar ini disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia, rilis kecil dari Nord Stream 2 terlihat, Rabu, 28 September 2022. Kebocoran keempat pada pipa Nord Stream telah dilaporkan di Swedia selatan. Sebelumnya, tiga kebocoran telah dilaporkan pada dua pipa bawah laut yang mengalir dari Rusia ke Jerman.

Dalam gambar ini disediakan oleh Penjaga Pantai Swedia, rilis kecil dari Nord Stream 2 terlihat, Rabu, 28 September 2022. Kebocoran keempat pada pipa Nord Stream telah dilaporkan di Swedia selatan. Sebelumnya, tiga kebocoran telah dilaporkan pada dua pipa bawah laut yang mengalir dari Rusia ke Jerman.

Foto: Penjaga Pantai Swedia melalui AP
Pipa Nord Stream 1 sudah ditutup, tetapi tidak dapat dibuka kembali dengan mudah.

REPUBLIKA.CO.ID,MOSCOW -- Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan pada Ahad (2/10),  secara teknis memungkinkan untuk memulihkan infrastruktur lepas pantai pipa gas Nord Stream yang pecah. Sebanyak empat kebocoran ditemukan di pipa Nord Stream 1 dan 2 di Laut Baltik dekat Denmark dan Swedia dengan penurunan tekanan gas yang signifikan yang mengarah pada deteksi kebocoran.

"Tidak pernah ada kejadian seperti itu. Tentu ada kemungkinan teknis untuk memulihkan infrastruktur, butuh waktu dan dana yang sesuai. Saya yakin kemungkinan yang tepat akan ditemukan," kata Novak menurut laporan kantor berita Rusia TASS.

Baca Juga

Badan Energi Denmark mengatakan pada Ahad, telah diberitahu oleh Nord Stream AG bahwa tekanan stabil telah dicapai di Nord Stream 1. Kondisi ini terjadi setelah rute pasokan tunggal terbesar untuk gas Rusia ke Eropa, menunjukkan aliran keluar dari kebocoran terakhir telah dihentikan. Nord Stream AG mengatakan sehari sebelumnya, gas tidak lagi mengalir keluar dari pipa Nord Stream 2, yang telah menahan beberapa gas meskipun tidak pernah beroperasi.

Negara-negara Uni Eropa mengatakan, kerusakan itu disebabkan oleh sabotase, tetapi mereka dan pemerintah Barat lainnya telah menghindari menunjuk pelaku secara langsung. Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya telah menuduh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya bertanggung jawab, sebuah tuduhan yang dibantah Gedung Putih.

Tuduhan itu pun kembali diulangi Novak dengan menyatakan, AS, Ukraina, dan Polandia telah menentang jaringan pipa Nord Stream. Dia menambahkan bahwa mereka yang menyuarakan penentangannya memiliki kepentingan untuk menghentikan operasi pipa.

Pipa Nord Stream 1 sudah ditutup, tetapi sekarang tidak dapat dibuka kembali dengan mudah. Pipa Nord Stream 2 yang baru belum memasuki operasi komersial setelah dibangun pada September 2021. 

 

Sumber: https://www.reuters.com/business/energy/russian-deputy-pm-says-its-possible-restore-nord-stream-pipelines-tass-2022-10-02/

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA