Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Presiden Arema FC Minta Maaf Atas Tragedi Stadion Kanjuruhan

Ahad 02 Oct 2022 17:40 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Israr Itah

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana (kiri)

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana (kiri)

Foto: dokpri
Gilang Widya Pramana mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana mengucapkan duka mendalam atas musibah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang pada Sabtu (1/10/2022). Pasalnya, kejadian tersebut telah menyebabkan ratusan korban meninggal dunia dan lainnya luka-luka.

Gilang juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh Aremania. Kemudian juga untuk masyarakat Malang dan semua yang terdampak akibat tragedi tersebut. "Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan," kata Gilang di Malang, Ahad (2/10/2022).

Baca Juga

Selanjutnya, Gilang menginstruksikan jajaran manajemen Arema FC untuk berkoordinasi dengan pusat layanan kesehatan yang merawat para korban. Hal ini bertujuan agar bisa memberikan pelayanan yang  maksimal dalam penanganan korban luka-luka. Kemudian juga meminta pusat-pusat kesehatan untuk menyampaikan pembiayaannya  kepada manajemen Arema FC.

Di samping itu, Gilang juga mendukung penuh investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian terkait insiden tersebut. Dia juga memohon pihak-pihak untuk menahan diri sampai ditemukan titik terang dari permasalahan tersebut.

Sebelumnya, pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya telah menimbulkan duka mendalam bagi para korban terutama Aremania. Kekalahan Arema FC di Stadion Kanjuruhan menyulut suporter turun ke lapangan. Ini direspons berlebihan oleh pihak kepolisian yang bertugas mengamankan laga dengan tembakan gasair mata. Akibatnya banyak yang kesulitan bernafas akibat efek gas air mata serta terinjak-injak saat berusaha keluar dari stadion.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA