Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

873 Rumah Rusak Akibat Gempa di Tapanuli Utara

Sabtu 01 Oct 2022 21:08 WIB

Red: Nur Aini

Petugas kepolisian mengecek kondisi sejumlah rumah warga yang rusak akibat gempa yang terjadi di kawasan Pahae Jae, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Sabtu (1/10/2022). Gempa bumi berkekuatan 6.0 SR yang mengguncang wilayah Tapanuli Utara tersebut terjadi sekitar pukul 02.28 dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta 11 orang luka-luka.

Petugas kepolisian mengecek kondisi sejumlah rumah warga yang rusak akibat gempa yang terjadi di kawasan Pahae Jae, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Sabtu (1/10/2022). Gempa bumi berkekuatan 6.0 SR yang mengguncang wilayah Tapanuli Utara tersebut terjadi sekitar pukul 02.28 dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia serta 11 orang luka-luka.

Foto: ANTARA/Humas Polres Tapanuli Utara
Tapanuli Utara diguncang gempa bumi Magnitudo 5,8 pada Sabtu dini hari (1/10/2022)

REPUBLIKA.CO.ID, TAPANULI UTARA -- Sebanyak 873 rumah di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, mengalami kerusakan dampak gempa bumi tektonik Magnitudo 5,8 yang terjadi Sabtu dini hari (1/10/2022).

Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Indra Sahat Hottua Simaremare mengungkapkan, ke-872 unit rumah warga mengalami kerusakan ringan dan parah akibat guncangan gempa bumi yang terjadi di wilayah itu.

Baca Juga

"Berdasarkan laporan data kerusakan yang kita terima, ada 872 unit rumah penduduk rusak ringan dan berat, 60 unit rumah ibadah, dan 22 ruas jalan," ungkap Indra, Sabtu (1/10/2022).

Selain itu, delapan unit jembatan, 17 fasilitas pendidikan, dua unit fasilitas kesehatan, 26 unit kantor pemerintahan, tiga unit kantor swasta, 31 saluran irigasi, sembilan unit tembok penahan tanah, tiga unit tiang PLN, dua unit LPJU, dan sembilan unit fasilitas air bersih, juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi.

"Juga ada satu orang korban meninggal dunia dan sebanyak 26 orang mengalami luka-luka akibat gempa bumi ini," katanya.

Kerusakan yang timbul akibat gempa bumi itu, kata Indra, tersebar di 15 kecamatan di Tapanuli Utara dan sangat membutuhkan langkah penanganan segera. Sementara Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengatakan pihaknya bersama

TNI dan Polri mendirikan posko logistik bantuan korban gempa bumi untuk meringankan beban para korban yang sedang kesulitan akibat bencana alam gempa bumi yang melanda Tapanuli Utara.

"Posko ini nantinya menjadi pusat seluruh bantuan yang diterima serta menjadi pusat penyaluran bantuan kepada para korban terdampak gempa bumi," katanya.

Dia mengatakan, sejumlah bantuan bagi korban bencana alam, baik dari Kemensos dan pihak lain telah dan akan diterima untuk meringankan beban para korban.

"Bencana alam ini menjadi pelajaran buat kita semua, terlebih bencana ini menjadi yang pertama dalam masa pemerintahan saya. Ke depan, ini menjadi pelajaran berharga bagaimana menghadapi bencana dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan untuk semakin matang," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA