Sunday, 10 Jumadil Awwal 1444 / 04 December 2022

Korsel tak Sudi Akui Wilayah yang Dicaplok Rusia dari Ukraina

Sabtu 01 Oct 2022 16:24 WIB

Rep: Yonhap/OANA/Antara/ Red: Teguh Firmansyah

Seorang wanita berjalan melewati papan iklan bergambar paspor Rusia, sehari setelah pemungutan suara di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow pada referendum untuk menjadi bagian dari Rusia, di Luhansk, Republik Rakyat Luhansk yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia, Ukraina timur, Rabu, 11 September. 28, 2022.

Seorang wanita berjalan melewati papan iklan bergambar paspor Rusia, sehari setelah pemungutan suara di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow pada referendum untuk menjadi bagian dari Rusia, di Luhansk, Republik Rakyat Luhansk yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia, Ukraina timur, Rabu, 11 September. 28, 2022.

Foto: AP
Seoul mengecam keras invasi Moskow ke negara Eropa timur tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pemerintah Korea Selatan pada Sabtu mengatakan bahwa mereka tidak sudi mengakui pencaplokan wilayah Ukraina oleh Rusia baru-baru ini. Seoul mengecam keras invasi Moskow ke negara Eropa timur tersebut.

"Pemerintah Korea mengutuk keras invasi bersenjata Rusia terhadap Ukraina sebagai satu pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Lim Soo-suk lewat pernyataan.

Baca Juga

"Pemerintah Korea tidak sudi mengakui referendum yang diselenggarakan di Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia dan Kherson dan keabsahan pencaplokan Rusia atas wilayah Ukraina."

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (30/9) menandatangani sejumlah pakta untuk mencaplok empat wilayah di Ukraina, menyusul referendum di wilayah tersebut akhir bulan lalu.

Korsel menyerukan agar kedaulatan, integritas wilayah dan kemerdekaan Ukraina dihormati. Semenjak Rusia meluncurkan invasi ke Ukraina awal tahun ini, Seoul turut menjatuhkan sanksi internasional terhadap Moskow dan mengirim bantuan ke Kiev.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA