Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Bom Bunuh Diri Tewaskan 19 Orang di Pusat Pendidikan Afghanistan

Jumat 30 Sep 2022 14:34 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolandha

Pejuang Taliban berjaga-jaga di lokasi ledakan, dekat sebuah masjid, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 23 September 2022. Sebuah ledakan terjadi di dekat sebuah masjid di ibukota Afghanistan, Kabul, pada hari Jumat, dengan polisi mengkonfirmasi adanya korban. Kolom asap hitam membubung ke langit dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan di kawasan diplomatik kota itu.

Pejuang Taliban berjaga-jaga di lokasi ledakan, dekat sebuah masjid, di Kabul, Afghanistan, Jumat, 23 September 2022. Sebuah ledakan terjadi di dekat sebuah masjid di ibukota Afghanistan, Kabul, pada hari Jumat, dengan polisi mengkonfirmasi adanya korban. Kolom asap hitam membubung ke langit dan tembakan terdengar beberapa menit setelah ledakan di kawasan diplomatik kota itu.

Foto: AP Photo/Ebrahim Noroozi
Ledakan terjadi di lingkungan yang sebagian dihuni komunitas syiah.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Seorang pembom bunuh diri menyerang sebuah pusat pendidikan di daerah Syiah di ibu kota Afghanistan pada Jumat (30/9/2022) pagi. Serangan ini menewaskan 19 orang dan melukai 27 orang.

Ledakan terjadi di lingkungan Dashti Barchi di Kabul, yang sebagian besar dihuni oleh anggota komunitas minoritas Syiah Afghanistan. Juru bicara kepala polisi di bawah Taliban, Khalid Zadran, mengatakan, para korban termasuk lulusan sekolah menengah, baik perempuan maupun laki-laki. Mereka sedang mengikuti ujian masuk universitas ketika terjadi ledakan.

Baca Juga

Para korban sedang mengikuti ujian di Pusat Pendidikan Tinggi Kaaj. Pusat pendidikan ini membantu siswa mempersiapkan diri dan belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi. Zadran mengatakan pusat pendidikan di daerah itu perlu meminta keamanan tambahan dari Taliban ketika mereka mengadakan acara dengan pertemuan orang banyak.

Bom bunuh diri itu adalah serangan terbaru sejak Taliban merebut kekuasaan. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Pada masa lalu, kelompok ISIS menargetkan komunitas Hazara, termasuk di Dashti Barchi.

 

"Tim kami telah dikirim ke lokasi ledakan untuk melakukan penyelidikan," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri yang ditunjuk Taliban, Abdul Nafi Takor.

Komunitas Hazara Afghanistan sebagian besar merupakan Muslim Syiah. Kelompok ini telah menjadi sasaran kampanye kekerasan brutal selama beberapa tahun terakhir. Kelompok militan telah melakukan beberapa serangan mematikan di Dashti Barchi, termasuk serangan pada 2020 di rumah sakit bersalin yang menewaskan 24 orang, termasuk bayi yang baru lahir dan ibu yang baru melahirkan.

 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA