Thursday, 18 Rajab 1444 / 09 February 2023

Wapres: Pastikan Kesiapan Vaksin Meningitis

Jumat 30 Sep 2022 13:13 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha

Warga menunjukkan sertifikat International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) atau kartu kuning usai disuntik vaksin meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (29/9/2022). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung menyediakan sebanyak 100 hingga 400 dosis vaksin meningitis per hari yang diprioritaskan bagi jemaah umrah yang berangkat pada 10-31 Oktober 2022. Republika/Abdan Syakura

Warga menunjukkan sertifikat International Certificate of Vaccination or Prophylaxis (ICV) atau kartu kuning usai disuntik vaksin meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (29/9/2022). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung menyediakan sebanyak 100 hingga 400 dosis vaksin meningitis per hari yang diprioritaskan bagi jemaah umrah yang berangkat pada 10-31 Oktober 2022. Republika/Abdan Syakura

Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Vaksin MM merupakan syarat wajib bagi pelaku perjalanan ke Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin memastikan upaya pemerintah dalam menyediakan stok vaksin Meningitis Meningokokus (MM) bagi pelaku perjalanan. Ini mengingat vaksin MM merupakan syarat wajib bagi pelaku perjalanan ke Arab Saudi.

"Makanya kita harus menyiapkan (vaksin) meningitis itu sesuai dengan kebutuhan. Ini yang nanti harus kita bicarakan, jangan sampai orang umroh terkendala oleh karena tidak (vaksin) meningitis ini," kata Ma'ruf dalam keterangannya kepada wartawan di sela kunjungan kerja ke Jawa Timur, Jumat (30/9/2022).

Baca Juga

Ma'ruf mengatakan, pemerintah akan melakukan pengecekan atas kelangkaan vaksin Meningitis di Indonesia. Menurutnya, jika vaksin Meningitis masih menjadi salah satu persyaratan ibadah haji atau umroh, maka vaksin meningitis ini harus tersedia.

"Kecuali misal di Saudi sudah tidak lagi wajib, kalau tidak wajib lagi harus divaksin meningitis, berarti ya orang tanpa harus divaksin bisa kesana, ini yang harus jelas apakah kewajiban itu masih ada, kalau tidak ada, tidak ada masalah tapi kalau masih ada kita harus mengadakan (karena) kalauu tidak terkendala," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kelangkaan vaksin meningitis di Indonesia karena kapasitas produksi dari dua produsen vaksin yang dipesan Kemenkes terbatas. Namun demikian, Kementerian Kesehatan mengupayakan normalisasi stok vaksin Meningitis Meningokokus (MM) bagi pelaku perjalanan termasuk calon jemaah haji dan umroh, mengingat vaksin MM merupakan syarat wajib bagi pelaku perjalanan ke Arab Saudi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Maxi Rein Rondonuwu menyampaikan normalisasi stok vaksin MM akan berlangsung setidaknya hingga Januari 2023. 

Salah satu produsen vaksin MM yang telah memperoleh izin edar dari BPOM saat ini tidak bisa melanjutkan produksi untuk kelompok vaksin ACM135 Meningococcal Polysaccharide karena sedang dalam proses pemenuhan upgrade CAPA prekualifikasi WHO. Sehingga produksi vaksin dari produsen vaksin tersebut tidak dapat dipenuhi,” ujar Dirjen Maxi dalam Keterangan persnya, Kamis (29/9/2022).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA