Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Pemantau Otoritas Keuangan Inggris Meminta Perusahaan Asuransi Bantu Konsumen

Kamis 29 Sep 2022 19:01 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Friska Yolandha

Orang-orang berjalan dalam antrian melewati Tower Bridge untuk memberi penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II selama Lying-in State, di Westminster Hall, di London, Inggris, Jumat, 16 September 2022. Lembaga otoritas keuangan Inggris (FCA) mengatakan pada perusahaan asuransi untuk membantu konsumen yang kesulitan dengan biaya hidup.

Orang-orang berjalan dalam antrian melewati Tower Bridge untuk memberi penghormatan kepada mendiang Ratu Elizabeth II selama Lying-in State, di Westminster Hall, di London, Inggris, Jumat, 16 September 2022. Lembaga otoritas keuangan Inggris (FCA) mengatakan pada perusahaan asuransi untuk membantu konsumen yang kesulitan dengan biaya hidup.

Foto: AP Photo/Petr David Josek
Suku bunga dinaikan untuk disesuaikan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Lembaga otoritas keuangan Inggris (FCA) mengatakan pada perusahaan asuransi untuk membantu konsumen yang kesulitan dengan biaya hidup. Sementara lembaga itu menyelidiki 40 bank yang berat membantu konsumennya.

Suku bunga dinaikan untuk disesuaikan inflasi tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Harga bahan bakar, cicilan rumah, dan makanan juga naik lebih cepat dibandingkan kenaikan upah.

Baca Juga

Kepala FCA Sheldon Mills mengatakan pada bulan Mei lebih dari 9 juta orang yang terlilit utang. Naik dua juta sejak 2020.

"Kami sudah memberitahu pemberi pinjaman kami berharap mereka membantu konsumen yang kesulitan, terutama mereka memiliki data untuk menemukan tanda peringatan pertama," kata Mills dalam konferensi  City & Financial, Kamis (29/9/2022).

"Kami telah mengidentifikasi 30 perusahaan yang perlu melakukan lebih untuk membantu konsumen yang kesulitan dan akan menyelidikan aktivitas 40 lebih," tambahnya.

"Sementara kami akan mengintervensi praktik yang buruk, saya tahu mayoritas melakukan hal yang tepat," katanya.

Terdapat risiko masyarakat tidak melanjutkan asuransi untuk menghemat uang. Sehingga mereka tidak terlindungi.

"Hal terakhir yang anda inginkan adalah atap bocor atau banjir dan anda tidak memiliki asuransi selama krisis biaya hidup ketika cicilan rumah anda naik," katanya.

FCA mengirimkan surat kepada pemimpin perusahaan asuransi. Lembaga pemantau persaingan usaha dan konsumen itu mengatakan perusahaan asuransi harus membantu konsumen membatalkan polis atau mempertimbangkan membebaskan biaya pembatalan polis.

Mills mengatakan FCA menggelar diskusi internal mingguan mengenai dampak krisis kenaikan biaya hidup. Mengingat hipotek lebih dari dua juta orang naik.

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA