Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Anak Sering Bertengkar? Ini Cara Terbaik yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Kamis 29 Sep 2022 17:40 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Qommarria Rostanti

Cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi pertengkaran antara saudara kandung. (ilustrasi)

Cara terbaik yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi pertengkaran antara saudara kandung. (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Di beberapa kasus, pertengkaran antara saudara kandung bisa menjadi lebih parah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, mungkin sudah tidak asing dengan pertengakaran antara anak. Dalam beberapa kasus, pertengkaran atau persaingan antara saudara kandung bisa menjadi lebih parah.

Konflik yang lebih serius dapat memengaruhi kesehatan mental anak hingga dewasa. Pertengkaran bisa memberi dampak negatif.

Baca Juga

Meski orang tua memperlakukan anak-anak secara setara, persaingan saudara kandung masih dapat menyabotase hubungan sosial anak-anak. Sebuah tinjauan pada 2015 menemukan anak-anak yang menjadi sasaran intimidasi saudara kandung, memiliki risiko lebih tinggi mengalami intimidasi dari teman sebaya.

Ketika anak-anak bertengkar, mereka mungkin meminta orang tua untuk memihak. Catat! Jika orang tua mendukung satu anak melebihi yang lain, maka anak itu bisa mengasingkan anak yang lain. Mereka mungkin menganggap dirinya tidak menjadi favorit, dan berpotensi menyerang atau menarik diri dari keluarga.

Bagaimana menangani persaingan dalam lingkup saudara kandung? Orang tua memiliki pilihan untuk menghadapi persaingan anak-anak dengan cara yang bermanfaat dan produktif, berikut ini adalah kiat-kiatnya seperti dilansir laman Insider, Kamis (29/9/2022):

1. Hormati individualitas mereka

"Anak-anak cenderung tidak berkelahi jika mereka merasa kita menghargai mereka masing-masing sebagai individu," kata Direktur Klinis di Choice Point, Jordyn Mastrodomenico.

Singkatnya, itu bertujuan untuk menghormati kekuatan anak-anak dan fokus pada bagaimana mereka tumbuh dari waktu ke waktu, tanpa menganggap mereka sebagai "yang pintar" atau "yang lucu". Misalnya, orang tua dapat memberi selamat kepada anak ketika mereka belajar dengan giat, dan meningkatkan nilai mereka dari C- menjadi B+.

Anda dapat menunjukkan rasa menghargai anak-anak dengan menghabiskan waktu berduaan dengan mereka, melakukan sesuatu yang mereka sukai, seperti mengunjungi museum atau membuat kerajinan. Selain itu, pastikan setiap orang memiliki cukup waktu sendiri untuk mengejar kepentingan mereka.

2. Jelaskan mengapa anak ada yang perlu diperlakukan berbeda

Anak-anak adalah individu yang terpisah sehingga mereka mungkin memiliki kebutuhan yang berbeda. Sebagai contoh, anak berusia delapan tahun membutuhkan waktu tidur lebih awal dibandingkan anak berusia 16 tahun.

Seorang anak yang selalu menyelesaikan pekerjaan rumahnya tepat waktu mungkin dapat mengatur jadwalnya sendiri, tetapi saudara kandung yang terus melewatkan tugas mungkin perlu dicek secara teratur. Orang yang memiliki kekurangan, perlu lebih didukung dibandingkan yang orang yang normal.

Jika harus memperlakukan saudara kandung secara berbeda, ada baiknya menjelaskan alasannya kepada anak-anak. Jika mereka dapat memahami dari mana perlakuan berbeda itu berasal dan menganggapnya adil, mereka cenderung tidak akan mengambil hati dan tidak kehilangan harga diri.

3. Tetapkan aturan dasar

Secara umum, yang terbaik adalah membiarkan anak-anak menyelesaikan konfliknya sendiri. Jika orang tua bertindak sebagai hakim dan juri untuk setiap pertarungan, mereka tidak akan belajar untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Plus, orang yang kalah mungkin menuduh orang tua hanya memilih yang favorit.

4. Jangan memihak

Pada saat anak-anak mencapai usia dewasa, mereka cenderung telah mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan konflik mereka sendiri. Itu berarti peran orang tua harus beralih dari wasit menjadi pengamat.

Namun terkadang persaingan tetap ada, dan anak-anak dapat mengembangkan cara yang jauh lebih canggih untuk menarik orang tua ke dalam permusuhan mereka. "Anda harus menahan godaan untuk 'memperbaiki' konflik, karena hanya orang dewasa yang bisa menyelesaikannya," kata seorang pekerja sosial di praktik swasta, Kimberly Perlin.

Ini berarti, sebaiknya orang tua menghindari mendiskusikan satu saudara kandung di belakang mereka atau bermain pesan untuk mereka. Tetapkan batasan sejak dini dan dorong anak-anak untuk mendiskusikan masalah mereka secara langsung satu sama lain.

5. Dapatkan bantuan jika pertengkaran semakin intensif

Terkadang, terlepas dari upaya terbaik orang tua, persaingan saudara menjadi cukup kuat untuk membutuhkan dukungan profesional. Mungkin sudah waktunya untuk mempertimbangkan terapi keluarga jika persaingan:

- Telah berlangsung setidaknya enam bulan

- Melibatkan perbedaan kekuatan yang jelas, seperti anak yang lebih tua menindas anak yang lebih muda

- Telah merusak harga diri anak

- Telah memicu gejala depresi atau perilaku menyakiti diri sendiri

- Telah menyebabkan cedera fisik

Terapis keluarga akan menawarkan dukungan dengan mengajarkan anak-anak keterampilan resolusi konflik yang lebih sehat, membantu anak-anak bekerja untuk menyembuhkan kerusakan emosional yang disebabkan oleh persaingan, dan membantu anak-anak mengatasi masalah kesehatan mental yang mendasarinya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA