Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Dituduh Mengemplang Pajak di Spanyol, Shakira Terancam Delapan Tahun Penjara

Rabu 28 Sep 2022 21:46 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Penyanyi Shakira menampik gugatan jaksa di Spanyol yang menuduhnya mengemplang pajak.

Penyanyi Shakira menampik gugatan jaksa di Spanyol yang menuduhnya mengemplang pajak.

Foto: EPA
Jaksa menuntut Shakira dalam kasus dugaan mengemplang pajak di Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaksa Pengadilan Spanyol menuntut Shakira untuk diadili dengan dugaan gagal membayar pajak sebesar 13,9 juta dolar AS atau sekitar Rp 212 miliar atas penghasilan yang ia peroleh antara 2012 hingga 2014. Jaksa menuntut hukuman delapan tahun penjara dan denda berat.

Mereka juga akan terus berusaha agar penyanyi "Hips Don't Lie" itu segera mendapat hukuman. Di sisi lain, Shakira telah membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga

Penyanyi berusia 45 tahun itu menyatakan bahwa dirinya hanya tinggal di Spanyol sebentar selama periode dua tahun tersebut. Dia menolak kesepakatan pembelaan dengan jaksa yang akan menyelamatkannya dari persidangan.

Firma humasnya mengatakan Shakira telah membayar semua hutangnya dan tambahan tiga juta euro atau Rp 43,8 miliar untuk bunga. Pengadilan yang berbasis di kota Esplugues de Llobregat dekat Barcelona itu mengatakan Shakira akan menghadapi enam tuduhan penipuan pajak.

Kasus ini bergantung pada tempat tinggal Shakira selama 2012 hingga 2014. Jaksa di Barcelona menuduh bahwa pemenang Grammy itu menghabiskan lebih dari setengah periode waktu itu di Spanyol, dan seharusnya membayar pajak di negara itu, meskipun kediaman resminya berada di Bahama.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA