Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Kemenkes: Kelas Ibu Hamil Layanan Esensial Ibu dan Bayi

Rabu 28 Sep 2022 13:18 WIB

Red: Ratna Puspita

Ibu hamil (Ilustrasi)

Ibu hamil (Ilustrasi)

Foto: Pixabay
Melalui kelas ibu hamil, masyarakat bisa dapat edukasi seputar kehamilan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Ni Made Diah mengatakan, kelas ibu hamil merupakan layanan yang esensial bagi ibu dan bayi baru lahir. Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang wajib terus-menerus dilakukan.

“Bukan hanya untuk tenaga kesehatan di puskesmas tapi juga fasilitas kesehatan lainnya baik pemerintah maupun swasta," kata Diah saat membuka Reorientasi Kelas Ibu Hamil yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Baca Juga

Menurut Diah, melalui kelas ibu hamil, masyarakat bisa mendapatkan informasi dan edukasi seputar kehamilan mulai dari cara perawatan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga hal-hal yang harus dilakukan ketika bayi sudah lahir. Selain itu, Diah juga mengatakan kelas ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan akses ibu hamil terhadap fasilitas kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.

Nutrition Specialist UNICEF Indonesia Airin Roshita mengatakan bahwa tahun ini UNICEF Indonesia bersama Kemenkes telah berkomitmen untuk memperkuat Kelas Ibu Hamil guna mendapatkan jangkauan yang lebih luas. "Sejak 2021, UNICEF membuat studi untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan kelas ibu hamil. Kami banyak mendapatkan masukan terutama mengenai perlunya materi atau alat bantu supaya lebih menarik, interaktif, sehingga ibu hamil senang dan tertarik untuk datang," jelas Airin.

Sebagai tindak lanjut dari masukan-masukan tersebut, dia mengatakan, Kemenkes dan UNICEF berupaya membuat berbagai materi dan alat bantu baik audio, video, dan komik, yang diharapkan dapat membuat kelas ibu hamil menjadi lebih interaktif. "Mungkin ada daerah-daerah di Indonesia yang mungkin ketika membuka video agak kesulitan, jadi memang ada yang bentuknya audio. Semua materi ini bisa di-print jika dibutuhkan. Sehingga memang berbagai alat bantu ini penggunaannya fleksibel," kata Airin.

“Harapannya, di setiap pertemuan kelas ibu hamil membuat ibu hamil lebih semangat untuk datang, lebih mudah dipahami materinya, sehingga pesan-pesannya bisa dicerna dan disampaikan kepada keluarga,” imbuhnya.

sumber : Antara
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA