Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Mantan Presiden Rusia: Kami Dapat Gunakan Senjata Nuklir untuk Pertahankan Diri

Rabu 28 Sep 2022 12:29 WIB

Red: Esthi Maharani

 Moskow dapat menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan diri, kata mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev

Moskow dapat menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan diri, kata mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev

Jika ancaman melebihi batas bahaya yang ditetapkan, Rusia harus meresponsnya

REPUBLIKA.CO.ID., MOSKOW -- Moskow dapat menggunakan senjata nuklir untuk mempertahankan diri, kata mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Selasa (27/9/2022), beberapa hari setelah dia menegaskan bahwa segala cara dapat digunakan untuk melindungi wilayah yang tergabung dalam wilayah Rusia.

Menurut doktrin militer negara itu, Rusia dapat menggunakan nuklirnya jika negara itu sendiri atau sekutunya diserang dengan senjata yang sama atau jika keberadaan Rusia terancam, tulis Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, di Telegram.

Baca Juga

Dia juga memperingatkan Barat agar tidak membantu Ukraina mendapatkan senjata nuklir, dan menekankan bahwa itu mungkin memiliki konsekuensi yang parah.

"Jika ancaman terhadap Rusia melebihi batas bahaya yang ditetapkan, kami harus meresponsnya," lanjut dia.

Medvedev meragukan bahwa NATO akan ikut campur dalam konflik Rusia-Ukraina bahkan dalam skenario nuklir, dan mengatakan bahwa Washington, London dan Brussels lebih mementingkan keamanan mereka sendiri "daripada nasib Ukraina yang sekarat."

“Pasokan senjata modern hanyalah bisnis untuk negara-negara Barat berdasarkan kebencian terhadap kita. Tidak lebih dari itu. Para demagog di luar negeri dan Eropa tidak akan mati dalam kiamat nuklir. Oleh karena itu, mereka akan menelan penggunaan senjata apa pun dalam konflik saat ini," kata dia.

Republik Luhansk dan Donetsk yang dideklarasikan sendiri di Ukraina, bersama dengan bagian Zaporizhzhia dan Kherson yang dikuasai Rusia, mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia, sebuah langkah yang menurut komunitas internasional ilegal dan tidak akan diakui.

Pekan lalu Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer parsial, memanggil hingga 300.000 tentara cadangan untuk ditempatkan di Ukraina, sebuah langkah yang dilihat sebagai eskalasi perang yang dimulai pada Februari.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/mantan-presiden-rusia-kami-dapat-gunakan-senjata-nuklir-untuk-pertahankan-diri/2695965
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA