Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Sinergi Pelaku Usaha dengan Pemerintah Didorong Via Padmamitra Award

Selasa 27 Sep 2022 21:05 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Peresmian dimulainya Padmamitra Award 2022.

Peresmian dimulainya Padmamitra Award 2022.

Foto: Dok. Web
Penghargaan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini berlandaskan Permensos.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia menggelar Padmamitra Award 2022 guna mendorong sinergi antara para pelaku usaha dan pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial. Dilansir dari Antara, Selasa (27/8/2022), Ketua Umum Pengurus Nasional Forum CSR Indonesia sekaligus Ketua Dewan Juri Padmamitra Award 2022 Mahir Bayasut menyebutkan, penghargaan yang diselenggarakan setiap dua tahun sekali ini berlandaskan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 9 Tahun 2020 tentang TJSLBU (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha).

Rangkaian Padmamitra Award 2022 diawali dengan acara Kick Off di Hotel Ashley, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa, yang juga dihadiri Ketua Organizing Comitee Padmamitra Award 2022 Rio Zakarias Widyandaru, perwakilan dewan juri Direktur Pijar Foundation Achmad Adhitya, Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari serta perusahaan calon peserta Padmamitra Award yakni Astra International dan United Tractors.

Baca Juga

Ketua Dewan Juri Padmamitra Award 2022 Mahir Bayasut mengungkapkan, tema yang diusung pada Padmamitra Award 2022 adalah Creating Social EmpowermentTowards Sustainability.

"Tema ini kami pilih karena melihat tren global yang menuju keberlanjutan melalui Pemberdayaan Sosial. Selain itu, disesuaikan juga dengan tema Presidensial G20 yang dilaksanakan di Indonesia yakni 'Recover Together, Recover Stronger,'" ujar Mahir.

Mahir menjelaskan, Padmamitra Award 2022 memiliki unsur penting dalam pelaksanaannya yakni sebagai apresiasi atas kepedulian pelaku usaha terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Selain itu, terlaksananya Padmamitra Award 2022 adalah upaya menumbuhkan motivasi dan keteladanan di kalangan dunia usaha.

Padmamitra Award juga merupakan sinergi pemerintah, badan usaha dan masyarakat dalam mewujudkan beragam model pelaksanaan kegiatan tanggung jawab sosial demi mewujudkan Indonesia Sejahtera.

Padmamitra Award 2022 terdiri dari 15 kategori meliputi tujuh kategori utama dan delapan kategori tematik.

Adapun kategori tematik yang baru diterapkan pada Padmamitra Award 2022 ini merupakan kategori tambahan yang mencakup bidang Peningkatan Pendidikan Berkualitas, Kesehatan, Pelestarian Seni dan Budaya, Keagamaan yang Inklusif, Kewirausahaan, Infrastruktur, Pelestarian Lingkungan dan Biodiversity, serta Ekonomi Digital.

Ketua Organizing Comitee Padmamitra Award 2022, Rio Zakarias Widyandaru memaparkan pendaftaran Padmamitra Award 2022 dibuka pada 27 September - 21 Oktober 2022, sementara seleksi berkas administrasi dijadwalkan pada 22 - 25 Oktober 2022.

Untuk tahapan wawancara dan visitasi lapangan akan dilaksanakan pada 26 Oktober ? 3 November 2022. Sebagai penutup, pengumuman pemenang dan penganugerahan Padmamitra Award 2022 akan menjadi puncak acara yang dilakukan pada bulan November 2022.

?Kami menargetkan jumlah peserta minimal 100 perusahaan yang terdiri dari perusahaan swasta dan perusahaan negara (BUMN/BUMD) yang bersifat legal-formal (memiliki izin usaha, terdaftar) serta sudah melakukan kegiatan CSR berbasis ISO 26000 minimal dalam kurun waktu dua tahun terakhir,? ujar Rio.

Proses seleksi perusahaan nantinya akan dilakukan oleh Ketua dewan juri Padmamitra Award 2022, Mahir Yahya Bayasut dan dibantu oleh juri lainnya yakni Staf Khusus Menteri Bidang Pemerlu Pelayanan dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial Luhur Budijarso, Rektor Universitas YARSI Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D.

Selain itu Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Sosial Suryani S. Motik, Praktisi CSR dan Keberlanjutan Amalia Yunita, Co-Founder A+ CSR Indonesia Jalal dan Direktur Pijar Foundation Achmad Adhitya. Adapun untuk acuan prosentase penilaiaan meliputi dokumen 30 persen administrasi, 40 persen wawancara, dan 30 persen visitasi lapangan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA