Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Pemkab Muba Edukasi Masyarakat Kawasan Hutan Lawan Mafia Lahan

Selasa 27 Sep 2022 18:54 WIB

Red: Gita Amanda

Pj Bupati Apriyadi mendatangi Blok Rehabilitas Suaka Margasatwa Dangku Desa Dawas, Kecamatan Keluang.

Pj Bupati Apriyadi mendatangi Blok Rehabilitas Suaka Margasatwa Dangku Desa Dawas, Kecamatan Keluang.

Foto: Pemkab Musi Banyuasin
Isu kerusakan lingkungan dan penekanan emisi menjadi konsen Pj Bupati Muba.

REPUBLIKA.CO.ID, MUBA -- Isu kerusakan lingkungan dan penekanan emisi menjadi konsen Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi untuk upaya menjaga Kabupaten Muba. Selasa (27/9/2022) siang dengan menempuh perjalanan yang jauh, Pj Bupati Apriyadi mendatangi Blok Rehabilitas Suaka Margasatwa Dangku Desa Dawas, Kecamatan Keluang.

Bersama masyarakat kawasan hutan dan BKSDA Sumsel, Pj Bupati Apriyadi menanam ratusan pohon dan buah Durian, pohon Jengkol hingga Kayu Meranti. "Kita pulihkan ekosistem dan pengendalian karhutlah serta deforestasi dengan aksi nyata kita hari ini melalui gerakan tanam pohon," ujar Apriyadi, dikutip dari siaran persnya.

Baca Juga

Mantan Kabag Kesra Pemkab Muba ini menyebutkan melalui penanaman pohon juga berdampak positif ke lingkungan dan perekonomian masyarakat. "Hari ini kita membuktikan kalau masyarakat kawasan hutan di Dangku Desa Dawas Kecamatan Keluang mempunyai keinginan besar untuk menjaga hutan yang berkelanjutan," tuturnya.

Apriyadi juga mengingatkan kepada masyarakat kawasan hutan Desa Dawas bahwasannya masyarakat diberikan kebebasan untuk mengelola lahan hutan. "Ingat masyarakat hanya diberikan porsi mengelola bukan untuk menjual lahan, jangan mau kalau ada Mafia lahan yang mau iming iming membeli lahan, urusannya bisa di pidana," tegasnya.

photo
Pj Bupati Apriyadi mendatangi Blok Rehabilitas Suaka Margasatwa Dangku Desa Dawas, Kecamatan Keluang. - (Pemkab Musi Banyuasin)

Kandidat Doktor Unsri ini merinci, saat ini tercatat sudah 314 hektar lahan yang dikelola masyarakat dari total luas lahan sebesar 38 ribu hektar. "Di kawasan hutan Dangku ini juga ada sebanyak 51 KK warga yang mengelola lahan disini," urainya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Bharata SHut MSi aksi penanaman pohon yang dilakukan merupakan upaya untuk pemulihan Ekosistem dan pengurangan emisi gas rumah kaca Dalam Rangka Mendukung Indonesia’s Folu Net Sink 2030. "Dan hari ini Kabupaten Muba telah memulainya, kami sangat apresiasi komitmen dan support Pemkab Muba dalam menjaga lingkungan," tuturnya.

Lanjutnya, aksi nyata ini juga telah meningkatkan serapan emisi serta membuat hutan tropis baru. "Aksi ini tentu harus melibatkan masyarakat secara langsung, dan Kabupaten Muba sangat mempunyai komitmen yang besar," tandasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA