Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Kolombia dan Venezuela Kembali Buka Perbatasan Setelah Tujuh Tahun

Rabu 28 Sep 2022 00:55 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Seorang pria dan seorang gadis menyeberang secara ilegal ke Kolombia dari Venezuela, dekat Jembatan Internasional Simon Bolivar di La Parada dekat Cucuta, Kolombia, Kolombia, Selasa, 5 Oktober 2021.

Seorang pria dan seorang gadis menyeberang secara ilegal ke Kolombia dari Venezuela, dekat Jembatan Internasional Simon Bolivar di La Parada dekat Cucuta, Kolombia, Kolombia, Selasa, 5 Oktober 2021.

Foto: AP/Ivan Valencia
Kolombia dan Venezuela telah menutup perbatasan selama tujuh tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Kolombia dan Venezuela telah menutup perbatasan selama tujuh tahun. Jembatan yang menghubungkan wilayah kedua negara akhirnya dibuka kembali pada Senin (26/9/2022).

Kantor kepresidenan Kolombia Casa de Narino sebelumnya menyatakan, Presiden Gustavo Petro tidak akan menghadiri pembukaan perbatasan. Namun, dia lebih memilih hadir di jembatan Simon Bolivar, tempat upacara pembukaan kembali perbatasan.

Sorak-sorai massa mengiringi Petro bersama Menteri Luar Negeri Alvaro Leyva dan Duta Besar Kolombia untuk Venezuela Armando Benedetti. Mereka berjalan melintasi jembatan yang melewati sungai Tachira dan menghubungkan kedua negara yang memutuskan hubungan lebih dari tiga tahun lalu.

Delegasi Kolombia dan Venezuela bertemu di tengah jembatan, berjabat tangan, dan menyanyikan himne kedua negara. Kemudian mereka menyambut sebuah truk yang datang dengan barang dagangan Venezuela untuk memasuki Kolombia. Truk Kolombia lainnya melintasi perbatasan ke wilayah Venezuela sesudahnya.

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi kawasan, negara dan Amerika Selatan. Saya berharap penerima manfaat pertama adalah orang-orang yang tinggal di kedua sisi perbatasan," kata Petro dikutip dari Anadolu Agency.

Peristiwa pembukaan perbatasan itu merupakan titik balik radikal dalam hubungan bilateral kedua negara. Sejak Presiden Kolombia Ivan Duque menjabat pada 2018, Kolombia mendukung pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido dan upayanya untuk menggulingkan Presiden Venezuela Maduro.

Presiden Venezuela memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia dan memblokir jembatan Simon Bolivar dengan kontainer pada 2019. Pemerintah negara itu menolak untuk mengizinkan bantuan internasional masuk ke negaranya dengan alasan bantuan tidak diperlukan.

Tapi, beberapa hari yang lalu Petro mengumumkan pembukaan kembali perbatasan dan dimulainya kembali penerbangan komersial antara kedua negara. Pengumuman ini menjadi upaya langkah paling signifikan yang diambil untuk menormalkan hubungan.

Para duta besar kedua negara mengatakan, akan bekerja untuk membangun kembali hubungan diplomatik dan komersial antara kedua negara setelah bertahun-tahun memburuknya hubungan. Pada 2008, Kolombia mengekspor lebih dari enam miliar dolar AS ke Venezuela dan mengimpor 1,2 miliar dolar AS. Sekarang perdagangan bilateral tidak melebihi 400 juta dolar AS.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA