Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Partai Reformis Iran Desak Diakhirinya Undang-Undang Wajib Jilbab

Selasa 27 Sep 2022 01:25 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

Warga Amerika keturunan Iran dan lainnya berkumpul di dekat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu, 21 September 2022, di New York, saat mereka berkumpul dan menuntut penuntutan Presiden Iran Ebrahim Raisi, atas perannya dalam apa yang menurut para aktivis dan penyelidik dia miliki di 1988 pembantaian tahanan politik. Partai Reformis Iran Desak Diakhirinya Undang-Undang Wajib Jilbab

Warga Amerika keturunan Iran dan lainnya berkumpul di dekat Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Rabu, 21 September 2022, di New York, saat mereka berkumpul dan menuntut penuntutan Presiden Iran Ebrahim Raisi, atas perannya dalam apa yang menurut para aktivis dan penyelidik dia miliki di 1988 pembantaian tahanan politik. Partai Reformis Iran Desak Diakhirinya Undang-Undang Wajib Jilbab

Foto: AP/Craig Ruttle
Wanita Iran harus menutupi rambut mereka dengan jilbab di depan umum.

IHRAM.CO.ID, TEHERAN -- Partai reformis paling terkemuka di Iran mendesak pemerintah membatalkan undang-undang wajib jilbab di Iran. Desakan itu digangungkan pada Sabtu (25/9/2022) di tengah protes Mahsa Amini yang sedang berlangsung.

Baca Juga

Mahsa Amini (22 tahun) adalah seorang wanita Kurdi-Iran yang meninggal pada 16 September setelah penangkapannya di Teheran. Dia meninggal tiga hari setelah

Baca Selengkapnya di ihram.co.id

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA