Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Kemenkes Ingatkan Masyarakat Vaksinasi Booster Meski Covid-19 Melandai

Selasa 27 Sep 2022 02:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin booster Covid-19 kepada warga di sentra vaksinasi di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Pemerintah pusat menjamin ketersediaan stok vaksin Covid-19 masih mencukupi untuk memenuhi permintaan daerah. Sementara Menteri Kesehatan menargetkan jumlah penerima vaksin ketiga atau vaksin booster pada awal 2023 mendatang mampu mencapai 100 juta penduduk. Kemenkes Ingatkan Masyarakat Vaksinasi Booster Meski Covid-19 Melandai

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin booster Covid-19 kepada warga di sentra vaksinasi di kawasan Kota Tua, Jakarta, Jumat (16/9/2022). Pemerintah pusat menjamin ketersediaan stok vaksin Covid-19 masih mencukupi untuk memenuhi permintaan daerah. Sementara Menteri Kesehatan menargetkan jumlah penerima vaksin ketiga atau vaksin booster pada awal 2023 mendatang mampu mencapai 100 juta penduduk. Kemenkes Ingatkan Masyarakat Vaksinasi Booster Meski Covid-19 Melandai

Foto: Republika/Thoudy Badai
Vaksin booster tak kalah penting dari vaksin pertama dan kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prima Yosephine mengingatkan masyarakat untuk segera melakukan vaksin penguat atau booster meskipun kasus Covid-19 di Indonesia sudah melandai.

"Kendala kita saat ini adalah ternyata atensi masyarakat dengan landainya kasus Covid-19 menyebabkan atensi untuk melakukan vaksin booster juga menjadi turun," kata Prima dalam diskusi 'Bedah Buku Vaksinasi Covid-19' yang diikuti secara daring dari Jakarta, Senin (26/9/2022).

Baca Juga

Menurut Prima, landainya kasus Covid-19 saat ini rupanya menyebabkan sebagian besar masyarakat merasa keadaan sudah aman dan vaksin booster dirasa bukan menjadi kebutuhan yang mendesak.

"Untuk vaksin booster sepertinya kebutuhannya tidak terlalu dirasakan mendesak (oleh masyarakat) walaupun dari pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan yang menyampaikan bahwa ada syarat untuk vaksin booster dalam melakukan berbagai kegiatan terutama perjalanan, baik dalam negeri maupun luar negeri, serta entry atau masuk ke fasilitas-fasilitas publik lainnya," ujar Prima.

Padahal, vaksin booster juga tak kalah penting dari vaksin pertama dan kedua untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah dampak yang parah akibat infeksi Covid-19. Berdasarkan data dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 26 September 2022, sebanyak 204.479.157 orang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama dan 171.080.578 orang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Sementara penerima vaksin Covid-19 dosis ketiga atau boostermencapai 63.188.293 orang, sedangkan penerima dosis keempat atau booster kedua bagi tenaga kesehatan sebanyak 591.794 orang.

Prima mengatakan, percepatan untuk vaksin booster Covid-19 menjadi kerja sama bagi seluruh pihak, tak hanya pemerintah namun juga masyarakat secara luas karena melandainya kasus Covid-19 bukan berarti bahwa pandemi sudah berakhir.

"Jadi ini masih terus menjadi kerja sama kita semua, walaupun saat ini kita sedang menantikan lagi ketersediaan dari vaksin Covid-19 karena vaksin yang sudah kita terima sudah sangat menipis karena sudah dipergunakan selama beberapa waktu ini," kata Prima.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA