Monday, 11 Jumadil Awwal 1444 / 05 December 2022

Kunci Sukses Erik ten Hag Pimpin Skuad MU, Beradaptasi dan Berkompromi dengan Filosofi

Senin 26 Sep 2022 17:15 WIB

Rep: Eko Supriyadi/ Red: Israr Itah

 Pelatih kepala Manchester United Erik ten Hag

Pelatih kepala Manchester United Erik ten Hag

Foto: ap/Dave Thompson
MU tak peduli dengan penguasaan bola dan frekuensi serangan, tapi efektivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER -- Erik ten Hag sepertinya tahu apa yang diperlukan untuk bisa memberikan kemenangan buat Manchester United (MU). Sebagai manajer baru di Liga Primer Inggris, ia akan diberi waktu untuk meraih kesuksesan. Namun ia sadar kalau sepak bola modern saat ini lebih mengedepankan hasil.

Klub top tidak akan memperpanjang masa kerja pelatih jika mereka gagal meraih kemenangan dalam pertandingan sepak bola. Saat MU mengonfirmasi penunjukan Ten Hag, Liverpool, Southampton, Leicester dan Arsenal mulai mengulik catatan masa lalu United, untuk awal terburuk yang pernah dilakukan dalam satu musim.

Baca Juga

Dikutip dari Manchester Evening News, Senin (26/9/2022), Ten Hag tahu bahwa kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan di Liga Inggris. Sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh pendahulunya. Ralf Rangnick hanya memiliki persentase kemenangan 30 persen, setelah hanya memimpin 28 pertandingan musim lalu.

Rangnick, yang ditunjuk sebagai pelatih interim, memang menerima kesalahan itu. ''Saya seharusnya melakukan lebih baik. Saya berharap bahwa saya dan staf pelatih dapat mengembangkan tim ini dengan cara yang lebih berkelanjutan. Kami tidak bisa, dan bukan hanya pemain yang harus disalahkan,'' kata Rangnick.

Rangnick mengakui kalau dia harus mengubah gaya permainan yang diinginkannya hanya dalam beberapa pertandingan. Sayang, ia mengatakan kalau timnya tidak cukup bugar untuk mengadopsi sistem tekanan dengan intensitas tinggi. Ia tahu ada yang salah di MU, tapi tidak tahu cara memperbaikinya. 

Sementara Ten Hag sepertinya terlalu diremehkan. Ia tidak peduli seberapa banyak pemainnya menguasai atau menyentuh bola. Musim lalu, United menempati peringkat kelima di Lia Inggris untuk jumlah total operas. Musim ini, mereka berada di urutan ke-14. Sementara untuk sentuhan bola berada di urutan ke-17. Musim lalu, mereka berada di urutan enam terbanyak.

Permainan serangan balik yang membuat United mengalahkan Arsenal di Old Trafford, menunjukan kalau pelatih asal Belanda itu tidak peduli dengan seberapa banyak skuad asuhan Mikel Arteta itu menguasai bola. Dia tahu bahwa akan ada ruang di belakang pertahanan the Gunners, dan membiarkan Marcus Rashford memanfaatkannya.

Di sisi lain, Ten Hag juga tidak peduli soal seberapa banyak pemainnya melepaskan tendangan atau sundulan ke gawang lawan. Musim ini MU berada di urutan ke-16, dengan musim lalu berada di peringkat lima. Ten Hag menyatakan kalau efektivitas jauh lebih penting, seperti yang dilakukan terhadap Arsenal.

Paling tidak, sampai saat ini, Ten Hag menyadari ia harus berkompromi terhadap filosofinya, demi mendapatkan hasil. Yang jelas, mantan pelatih Ajax itu tahu bagaimana caranya beradaptasi, bukan hanya untuk bertahan, tapi juga berkembang di United. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA