Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Jepang Larang Ekspor Bahan Senjata Kimia ke Rusia

Senin 26 Sep 2022 16:40 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno berbicara pada konferensi pers reguler di Tokyo Senin, 262 September 2022. Jepang menyatakan keprihatinan besar tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir Rusia terhadap Ukraina ketika juru bicara pemerintah pada hari Senin mengumumkan larangan tambahan ekspor bahan kimia barang-barang yang berhubungan dengan senjata ke Rusia.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hirokazu Matsuno berbicara pada konferensi pers reguler di Tokyo Senin, 262 September 2022. Jepang menyatakan keprihatinan besar tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir Rusia terhadap Ukraina ketika juru bicara pemerintah pada hari Senin mengumumkan larangan tambahan ekspor bahan kimia barang-barang yang berhubungan dengan senjata ke Rusia.

Foto: Kyodo News via AP
Jepang prihatin dengan kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Jepang menyatakan keprihatinan mendalam tentang kemungkinan penggunaan senjata nuklir Rusia terhadap Ukraina. Juru bicara pemerintah Jepang Hirokazu Matsuno mengumumkan pada Senin (26/9/2022), larangan tambahan ekspor barang-barang yang berhubungan dengan senjata kimia ke Rusia.

"Sebagai satu-satunya negara di dunia yang mengalami serangan nuklir, kami sangat menuntut agar ancaman atau penggunaan senjata nuklir oleh Rusia tidak boleh terjadi,” kata Kepala Sekretaris Kabinet itu dalam konferensi pers reguler.

Baca Juga

Matsuno menyatakan, Jepang akan terus bekerja dengan masyarakat internasional dalam mendukung Ukraina dan memberikan sanksi kepada Rusia. "Jepang sangat prihatin dengan kemungkinan penggunaan senjata nuklir selama invasi Rusia ke Ukraina," kata Matsuno.

Matsuno menanggapi pertanyaan tentang komentar penasihat keamanan nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan di CBS pada Ahad (25/9/2022). Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, AS akan bertindak "tegas" jika terjadi serangan nuklir Rusia di Ukraina. Ditanya apakah Jepang menyetujui kemungkinan penggunaan senjata nuklir oleh AS terhadap Rusia, Matsuno menolak berkomentar dengan alasan bahwa itu adalah pertanyaan hipotetis.

Tapi, pemerintah Jepang melarang ekspor bahan yang dapat digunakan untuk senjata kimia ke 21 organisasi Rusia, termasuk laboratorium sains. Langkah itu disetujui oleh Kabinet menyusul keputusan menteri luar negeri G7 pekan lalu. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA