Wednesday, 6 Jumadil Awwal 1444 / 30 November 2022

Sejumlah Kucing Mati Diracun, Polres Malang Segera Bertindak

Senin 26 Sep 2022 06:20 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda

Sebuah unggahan yg menyebutkan sejumlah kucing mati akibat diracuni viral di media sosial. (ilustrasi)

Sebuah unggahan yg menyebutkan sejumlah kucing mati akibat diracuni viral di media sosial. (ilustrasi)

Foto: Istimewa
Ditemukan data bahwa terdapat empat ekor kucing mati dan 11 ekor lainnya hilang.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jajaran Polsek Lowokwaru, Polresta Malang Kota (Makota) telah menindaklanjuti kejadian kematian sejumlah kucing yang diduga telah diracuni di salah satu perumahan wilayah Tasikmadu, Kota Malang. Aparat setempat juga sudah melakukan proses penyelidikan tahap awal.

Kapolsek Lowokwaru AKP Anton Widodo bersama jajarannya dan warga perumahan telah melakukan pertemuan pada Sabtu (24/9/2022). Pertemuan tersebut membahas adanya kucing yang mati diduga akibat diracun di kawasan perumahan tersebut. Berdasarkan rapat tersebut juga ditemukan data bahwa terdapat empat ekor kucing mati dan 11 ekor lainnya hilang.

Menurut Anton, kejadian keracunan kucing tersebut berawal dari informasi yang diterima dari komunitas Cat Lovers Malang. Pihaknya akan berupaya  mencari diduga pelaku yang mengakibatkan peracunan kucing tersebut.

Di sisi lain, warga juga sepakat untuk mencari solusi bagaimana cara untuk mengurangi populasi kucing dengan cara yang lebih manusiawi. "Mungkin memindahkan kucing ke daerah lain atau bisa menyerahkannya kepada komunitas pecinta kucing," kata Anton di Kota Malang.

Rapat pertemuan terkait adanya tindakan keracunan kucing yang dikecam warga tersebut berjalan dengan kondusif. Warga dan komunitas pencinta kucing sepakat akan bekerja sama mencari solusi untuk mengurangi tingkat populasi kucing. Salah satunya dengan cara memindahkan kucing yang bukan milik warga untuk diserahkan kepada komunitas pecinta kucing.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA