Ahad 25 Sep 2022 17:05 WIB

Muncul Rumor Xi Jinping Dikudeta dan Jadi Tahanan Rumah

Puluhan ribu akun menyebarkan rumor tidak terkonfirmasi bahwa Xi Jinping dikudeta

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Nama Presiden China, Xi Jinping menjadi trending topics di berbagai media sosial China setelah muncul laporan ia menjadi tahanan rumah di tengah kudeta militer.
Foto: AP/Ng Han Guan
Nama Presiden China, Xi Jinping menjadi trending topics di berbagai media sosial China setelah muncul laporan ia menjadi tahanan rumah di tengah kudeta militer.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Nama Presiden China, Xi Jinping menjadi trending topics di berbagai media sosial China setelah muncul laporan ia menjadi tahanan rumah di tengah kudeta militer.

Nama Xi dan tagar #ChinaCoup menjadi topik terpopuler di media sosial setelah puluhan ribu akun menyebarkan rumor tidak terkonfirmasi presiden ditahan dan digulingkan Angkatan Bersenjata atau Tentara Pembebas Rakyat (PLA) China.

Hingga Ahad (25/9/2022) sore kantor berita Reuters dan  Associated Press tidak mengunggah kabar tersebut. Media Amerika Serikat (AS) Newsweek melaporkan spekulasi menyebutkan tidak banyak pesawat komersial yang terbang di atas Beijing, Sabtu (24/9/2022).

Berdasarkan laporan yang tak terverifikasi kabarnya semua jadwal kereta adan bus juga dibatalkan. Situs Bandara Beijing menunjukkan beberapa penerbangan keluar China dibatalkan tapi masih banyak yang dijadwalkan berangkat atau sudah mendarat.

Muncul juga laporan banyak penerbangan yang dibatalkan di tengah latihan militer. Pada 22 September lalu tersebar video di Twitter yang memperlihatkan barisan kendaraan militer yang katanya menuju Beijing. Unggahan itu menyebutkan panjang baris kendaraan itu hingga 80 kilometer.

Namun video yang berdurasi kurang dari satu menit tidak menunjukkan bila panjang barisan mencapai 80 kilometer. Video itu juga tidak dapat dikonfirmasi di mana dan kapan direkam atau apakah konvoi militer itu hendak menuju Beijing sebagai bagian dari kudeta militer.

Rumor itu disulut politisi India  Subramanian Swamy yang memiliki 10 juta pengikut di Twitter.

"Rumor baru yang perlu diperiksa: Xi Jinping [sic] dalam tahanan rumah di Beijing? Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, pemimpin Partai Komunis China harusnya mencopot Xi dari penanggung jawab Angkatan Bersenjata Partai, kemudian tahanan Rumah mengikuti, begitu rumor yang beredar," cicit Swamy.

Dalam serangkaian cicitannya mantan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) wilayah China, Taiwan dan Mongolia, Drew Thompson menggambarkan rumor itu "sepenuhnya palsu."

"Rumor Xi Jinping ditangkap memiliki alasan karena ini momen politis sensitif di China dan sidang (dan vonis) baru-baru ini terhadap pejabat lama menciptakan atmosfir panas," cicit Thompson.

"Diskusi terbuka oposisi terhadap Xi membuat rumor ini memungkinkan, walaupun buktinya lemah Xi menghadapi perlawanan internal, spekulasi terus terjadi, ini membuat rumor semakin masuk akal atau bagi beberapa pihak Xi memang ditangkap," tambahnya.

Kolumnis hubungan internasional dan mantan koresponden CNN, Frida Ghitis juga menyangkal "rumor liar" yang muncul dari China.

"Media sosial ramai deng klaim terjadi kudeta di China, Xi Jinping berada dalam tahanan rumah, tapi tidak ada bukti hal ini benar," katanya.

Baru-baru ini Xi Jinping menghadiri pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai (SC0) di Samarkand, Uzbekistan. Pertemuan itu juga dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement