Tuesday, 5 Jumadil Awwal 1444 / 29 November 2022

Taj Yasin Berharap Program Bisyaroh Penghafal Alquran Bisa Diadopsi Seluruh Kabupaten/Kota

Ahad 25 Sep 2022 16:21 WIB

Rep: Bowo S Pribadi/ Red: Agung Sasongko

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin maimoen

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin maimoen

Foto: dok. istimewa
Program penyaluran bisyaroh diperuntukkan bagi para penghafal Alquran.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Program penyaluran bisyaroh yang diperuntukkan bagi para penghafal Alquran di Jawa Tengah, terus digulirkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Yang terbaru, Wakil Gubernur (Wagub) Taj Yasin Maimoen menyerahkan lima bisyaroh kepada lima santri penghafal Alquran yang telah diwisuda di Ponpes Tahaffudhul Quran Miftahul Huda, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Baca Juga

Pada tahun 2022 ini setidaknya sudah ada lebih dari 300 orang hafiz dan hafizah di Jawa Tengah yang telah menerima manfaat program bisyaroh bagi para penghafal Alquran tersebut.

“Jumlah ini, berdasarkan data pemberian bisyaroh yang sudah masuk dan dilaporkan kepada saya,” ungkapnya, di Semarang, Ahad (25/9).

Di luar jumlah ini, Taj Yasin memperkirakan jumlah penerima manfaat tersebut sudah bertambah lagi meski belum terlaporrkan. Terlebih –dalam program bisyaroh tahun 2022 ini—Pemprov Jawa Tengh menganggarkan hingga Rp 400 juta rupiah.

“Bahkan, bisa jadi sudah melebihi target tersebut, karena beberapa kabupaten/ kota di Jawa Tengah juga telah mengadopsi program bisyaroh bagi para penghafal Alquran ini,” tegas Taj Yasin.

Terkait dengan bisyaroh dari Pemerintah tersebut, wagub juga berpesan kepada para penghafal Quran agar dapat belajar lebih mendalam lagi.

Karena Alquran bukan sekedar untuk dihafalkan saja, melainkan juga harus dipahami dan diaplikasikan sebagai tuntunan hidup sehari- hari. “Kalau cuma hafal saja namun tidak paham Alquran, ya gimana mau jadi imam, karena imam itu yang menunjukkan jalan,” tandasnya.

Lebih jauh, wagub juga meminta agar program ini dapat diaplikasikan pada tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah yang belum melakukan.

“Harapannya semangat para santri semakin meningkat lagi untuk belajar  dan memperkuat ilmu agama mereka untuk kemaslahatan umat,”tandas Wagub.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA