Jumat 23 Sep 2022 19:31 WIB

Baznas Banyumas Tasyarufkan Rp 1,08 miliar Bantuan Produktif di Kuartal II

Bantuan produktif yang disalurkan Baznas juga berupa modal usaha dan pelatihan.

Rep: idealisa masyrafina/ Red: Hiru Muhammad
Pimpinan Baznas Banyumas memberikan bantuan sarana prasarana pada sekelompok pedagang kecil, Jumat (23/9/22).
Foto: Republika/Idealisa masyrafina
Pimpinan Baznas Banyumas memberikan bantuan sarana prasarana pada sekelompok pedagang kecil, Jumat (23/9/22).

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO - Sebanyak 40 pedagang kaki lima mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas. Bantuan yang diberikan berupa gerobak dan etalase untuk berdagang dengan nilai Rp 177,2 juta.

Wakil Ketua II Bagian Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Banyumas, Muhammad Ridwan menjelaskan, dengan bantuan yang disalurkan kali ini, total bantuan sarana prasarana yang ditasyarufkan selama kuartal II mencapai Rp 1.078.700.000 kepada 997 mustahik.

Baca Juga

"Bantuan ini sifatnya adalah bantuan produktif, karena amanat yang diberikan oleh Baznas pusat dan provinsi bahwa bantuan yang diberikan pada masyarakat itu harus 50:50 antara produktif dan konsumtif," jelas Ridwan usai pentasyarufan bantuan di kantor Baznas Kabupaten Banyumas, Jumat (23/9/22).

Adapun bantuan produktif yang disalurkan  Baznas juga berupa modal usaha dan pelatihan. Para penerima bantuan umumnya mengajukan secara perorangan, yang nantinya diberikan bantuan secara kelompok sesuai dengan wilayah. Para penerima nantinya juga akan diberikan pembinaan oleh para relawan Baznas dengan dikelompokkan sesuai wilayah masing-masing.

"Mereka akan dikelompokkan untuk memudahkan pembinaan. Nanti diharapkan para mustahik yang ekonominya menjadi lebih mapan bisa memberikan infaq yang kemudian akan disalurkan kembali oleh Baznas," jelas Ridwan.

Selain itu, para relawan ini juga akan mengawasi dan mengingatkan para penerima bantuan untuk tidak bermain riba dengan meminjam ke rentenir. Apabila butuh bantuan permodalan lagi, mereka dihimbau untuk mengajukan bantuan kembali ke Baznas.

Salah satu penerima bantuan gerobak, Tumiyah (56 tahun) mengatakan bahwa ia mengajukan bantuan ke Baznas karena usahanya yang sempat terhenti akibat tidak memiliki sarana prasarana.

Lima tahun lalu, Tumiyah sempat berdagang gorengan di SD Pasir Muncang, tapi karena suaminya sakit akhirnya ia berhenti dan jadi pembantu rumah tangga agar bisa lebih banyak pulang menemani suami. "Setelah suami meninggal saya mau dagang lagi, tapi karena grobogan (gerobak) nya udah nggak ada jadinya gak bisa," tutur Tumiyah.

Ia pun pernah berjualan nasi ayam goreng pesanan yang diantar selama PPKM berlangsung. Tetapi karena banyak jalan yang ditutup menyebabkan usahanya terhenti karena sulit untuk mengantar makanan.

Tumiyah yang pernah meminta bantuan Baznas untuk anaknya sekolah dan modal kerja pun kembali meminta bantuan gerobak ke Baznas. "Jadi ini ketiga kalinya. Alhamdulilah dapat bantuan lagi, mudah-mudahan nanti dagangan sosis goreng saya bisa laris," kata Tumiyah.

Data Baznas Kabupaten Banyumas per 22 September 2022 menunjukkan, jumlah pentasyarufan telah mencapai sekitar Rp 9,85 miliar atau sebesar 65,64 persen dari target sebesar Rp 15 miliar. Dari total tersebut, di luar amil, jumlah bantuan produktif yang telah ditasyarufkan sekitar Rp 1,6 miliar, sedangkan bantuan konsumtif sebesar Rp 6,82 miliar. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement