Jumat 23 Sep 2022 12:37 WIB

Ikon Wisata Menara Pandang Tangsel Segera Dioperasikan Akhir 2022

Bangunan Menara Pandang sudah diresmikan sejak 2020 namun belum beroperasi.

Rep: Eva Rianti/ Red: Indira Rezkisari
Potret Gedung City Gallery Tangerang Selatan dan Menara Pandang di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangsel yang akan dijadikan ikon wisata Tangsel, Jumat (23/9/2022).
Foto: Republika/Eva Rianti
Potret Gedung City Gallery Tangerang Selatan dan Menara Pandang di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangsel yang akan dijadikan ikon wisata Tangsel, Jumat (23/9/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN – Bangunan Menara Pandang yang berdiri di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jalan Maruga Raya, Kecamatan Ciputat, dikabarkan akan segera dioperasikan. Pemerintah Kota Tangsel menyebut tengah dalam proses membentuk kepengurusan dari pengelolaan bangunan yang digadang-gadang jadi ikon destinasi wisata Tangsel itu.

“Sesegera mungkin (dioperasionalkan). Diusahakan 2022 ini juga sudah mulai ada pengelolanya. Secepatnya (bisa dibuka untuk umum) tahun ini,” kata Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, Jumat (23/9/2022).

Baca Juga

Pilar menuturkan, saat ini pihaknya masih menyiapkan pengelola yang bakal mengurusi bangunan Menara Pandang. Dia memastikan kepengurusannya akan segera rampung pada tahun ini, dan selanjutnya bangunan tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

“Kami sudah diskusi rencana penyusunan kepengurusannya, biar sekalian ada pengelolanya. Kan harus matang nih, jangan sampai salah pengelola, kita cari orang yang bisa bertanggung jawab mengelola Menara Pandang. (Pengelolanya) dinas terkait dengan pihak professional,” tuturnya.

Di samping itu, sebelum dibuka untuk umum, akan dilakukan upaya perbaikan atau pembaharuan terlebih dahulu agar lebih tertata dan menarik. “Kemungkinan ada perbaikan, soalnya juga namanya bangunan ya, kena matahari, kena hujan. Ya nanti kita lihat kalau tambah menarik saya pengennya eksteriornya, interiornya juga didesain ulang, disesuaikan dengan kebutuhan,” terangnya.

Nantinya jika persiapan sudah rampung dan bisa segera digunakan, bangunan menara pandang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti kegiatan komunitas ataupun seminar. Selain itu, warga juga bisa menaiki Menara Pandang hingga ke bagian rooftop untuk melihat keindahan Tangsel dari ketinggian.

Terkait dengan ada atau tidaknya retribusi yang bakal ditarik kepada masyarakat yang hendak memanfaatkan bangunan tersebut, Pilar menuturkan masih perlu dibahas.

“Itu yang harus ada kajian retribusi, paling sementara kan dimanfaatkan dulu saja. Nanti kalau misalkan ada retribusi atau seperti apa untuk pengelolaan operasional, harus pakai landasan aturan,” ujarnya.

Bangunan Menara Pandang, bersamaan dengan gedung Tangerang Selatan City Gallery diketahui telah diresmikan pada Senin, 7 Desember 2020 lalu oleh wali kota yang menjabat saat itu, Airin Rachmi Diany, Pada saat itu, bagian interior memang belum sempurna dan direncanakan dilanjutkan pada 2021. Namun, hingga saat ini, September 2022 masih belum dioperasikan.

Bangunan Menara Pandang memiliki 13 lantai. Lantai 11 dan 12 bisa digunakan untuk melihat skyline dan pemandangan Kota Tangsel, serta lantai 13 merupakan rooftop. Sementara itu, Gedung City Gallery yang berada di satu lokasi yang sama terdiri dari lima lantai. Di antaranya, lantai pertama berisi overview Kota Tangsel dan lantai lima berisi galeri foto Kota Tangsel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement