Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Ahli: Vaksinasi Hal Penting di Tengah Peluang Endemi

Senin 19 Sep 2022 16:36 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga di Mal Qbig, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad, (18/9/2022). Penting untuk mengejar target 100 persen cakupan vaksinasi pada kelompok rentan, termasuk lansia dan tenaga kesehatan.

Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga di Mal Qbig, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Ahad, (18/9/2022). Penting untuk mengejar target 100 persen cakupan vaksinasi pada kelompok rentan, termasuk lansia dan tenaga kesehatan.

Foto: ANTARA/Fauzan
Cakupan vaksinasimenjadi salah satu rekomendasi WHO menuju endemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat diserukan untuk segera melengkapi dosis vaksin Covid-19. Sebab, vaksinasi Covid-19 menjadi hal penting untuk menurunkan risiko kematian hingga gejala berat akibat infeksi SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19, di tengah peluang endemi, menurut seorang pakar mikrobiologi.

"Kita sudah melihat angka kematian itu pada populasi lansia, rentan dan komorbid relatif lebih tinggi, bahkan sangat signifikan pada mereka yang yang tidak divaksinasi," kata dokter spesialis mikrobiologi klinis-konsultan virologi Budiman Bela dalam acara bincang-bincang "Mengapa Booster Masih Diperlukan?", yang diikuti dari Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Baca Juga

Budiman mengatakan semakin sering seseorang menerima vaksin, yakni dosis 1, dilanjutkan dengan dosis 2, dan dosis 3, maka angka kematian akibat Covid-19 di suatu negara jauh berkurang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menurut Budiman, menaruh perhatian penuh pada vaksinasi Covid-19 untuk segera mengakhiri status pandemi.

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi 100 persen, khususnya pada lansia dan tenaga kesehatan. "Penting agar vaksinasi bisa diselesaikan paling tidak 100 persen pada populasi rentan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA