Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Korsel Beri Lampu Hijau untuk Vaksin Covid-19 SKYCovione

Jumat 16 Sep 2022 17:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

 Seorang pekerja medis memegang sebotol vaksin Covid-19 SKYCovione buatan Korea Selatan di fasilitas kesehatan masyarakat di Incheon, Korea Selatan, 5 September 2022. Vaksin yang dikembangkan oleh SK Bioscience Co itu sudah mendapat izin untuk dijadikan vaksin primer maupun booster di Korea Selatan.

Seorang pekerja medis memegang sebotol vaksin Covid-19 SKYCovione buatan Korea Selatan di fasilitas kesehatan masyarakat di Incheon, Korea Selatan, 5 September 2022. Vaksin yang dikembangkan oleh SK Bioscience Co itu sudah mendapat izin untuk dijadikan vaksin primer maupun booster di Korea Selatan.

Foto: EPA-EFE/YONHAP SOUTH KOREA OUT
Vaksin Covid-19 SKYCovione dikembangkan oleh SK Bioscience, Korea Selatan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Otoritas Korea Selatan menerbitkan izin penggunaan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang diproduksi SK Bioscience, SKYCovione. Vaksin tersebut akan dipakai sebagai dosis penguat untuk melawan virus corona (SARS-CoV-2) selain digunakan sebagai vaksin primer.

Keputusan itu diumumkan Wakil Menteri Kesehatan Kedua Lee Ki-il pada pertemuan Central Disaster and Safety Countermeasure Headquarters (CDSCH). Rumah sakit dan klinik diperbolehkan menjadikan vaksin SKYCovione sebagai dosis ketiga dan keempat mulai 26 September.

Baca Juga

Pusat Penelitian Penyakit Menular milik pemerintah mengatakan awal September ini pihaknya telah memastikan efikasi SKYCovione dalam menetralkan Covid-19 varian omicron BA.1 dan BA.5 setelah pemberian vaksin primer. Ketika SKYCovione dijadikan sebagai dosis penguat (booster), efek penetralan virus sebesar 51,9 kali lebih tinggi terhadap varian BA.1 dan 28,2 lebih tinggi terhadap varian BA.5, menurut Ki-il.

SKYCovione merupakan vaksin protein rekombinan yang terdiri atas nanopartikel dua komponen yang mampu memaksimalkan efek imunitas. Vaksin tersebut dikembangkan bersama Institute for Protein Design di Universitas Washington.

sumber : Antara, Yonhap/OANA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA