Rabu 31 Aug 2022 19:10 WIB

Pos Indonesia Bidik Pasar Milenial dan Generasi Z

Layanan Pos Indonesia cukup diminati generasi X, namun tidak dengan generasi muda.

Petugas memilah pengiriman paket di Kantor Pos Indonesia (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Petugas memilah pengiriman paket di Kantor Pos Indonesia (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pos Indonesia (Persero) optimistis bisa meningkatkan pangsa pasar melalui program transformasi bisnis serta inovasi yang sekarang sedang dijalankan dengan membidik pasar kalangan milenial dan generasi Z.

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik Pos Indonesia Siti Choiriana mengatakan pengguna jasa kurir sudah sangat berubah dengan komposisi 81 persen adalah kalangan milenial dan generasi Z. Sejauh ini, layanan perseroan cukup diminati oleh generasi X yang berusia di atas 40 tahun, namun tidak dengan generasi muda.

Baca Juga

"Inilah tantangan Pos Indonesia, sehingga kami harus sangat berubah. Kami melakukan secara kuat untuk mendorong pengembangan formulasi pada bisnis kurir, logistik, dan pelayanan finansial," kata Choiriana dalam forum Indonesia Best Business Transformation Award 2022 di Jakarta, Rabu (31/8/2022).

Program transformasi yang dilakukan oleh Pos Indonesia untuk mendekatkan diri kepada milenial dan generasi Z, salah satunya melalui aplikasi PosAja! yang dapat digunakan oleh para pelaku bisnis online mampu masyarakat umum untuk melakukan order pengiriman surat atau paket.

Aplikasi yang dibentuk pada pertengahan tahun lalu tersebut bertujuan untuk menjawab tantangan layanan kurir digital yang menuntut serba cepat, murah, mudah, dan sederhana.

Aplikasi PosAja! kini telah terhubung dengan banyak lokapasar atau marketplace mulai dari Bazara, Beemarket, Bhinneka, Brayamart, Belibenih, Indonesia in Your Hand, Padi UMKM, dan Gramedia.

"PosAja! ini adalah salah satu pelayan digital yang kami lakukan 24 jam. Saat ini sudah sangat fit dengan kondisi bahwa kami melengkapi semuanya dengan tracking dan tracing," ujar Choiriana.

Selain PosAja!, ada juga layanan keuangan digital bernama Pospay. Layanan itu dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan transaksi keuangan mulai dari transfer uang ke berbagai rekening bank, kirim wesel instan, transfer giro, membayar beragam tagihan, token listrik, tagihan PDAM, pulsa, hingga membeli paket data.

Layanan Pospay juga ada yang syariah dengan menyediakan fitur pembayaran zakat, infak, sedekah. Ke depan, layanan ini juga akan dilengkapi dengan banyak fitur, seperti pembayaran haji atau umrah, pembayaran syariah, pembiayaan syariah, asuransi syariah, investasi syariah, e-commerce syariah, hingga tabungan emas yang juga menganut prinsip syariah.

Lebih lanjut Choiriana menyampaikan bahwa program transformasi bisnis dan inovasi yang dilakukan oleh Pos Indonesia telah berhasil meningkatkan pangsa pasar perseroan dari sebelumnya menduduki peringkat enam secara nasional dengan pangsa pasar tiga persen pada 2020, naik ke peringkat lima dengan pangsa pasar sebesar 5,1 persen pada tahun 2021.

Hingga Juli 2022, posisi Pos Indonesia telah naik menjadi peringkat empat secara nasional dengan pangsa pasar sebesar 7,1 persen."Market share bertumbuh dari tiga persen menjadi 5,1 persen dan saat ini sudah 7,1 persen. Income kami yang sebelumnya negatif, kami sudah bertumbuh positif," paparnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement