Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Kesehatan Masyarakat Berisiko, Kecuali Pemerintah Inggris Kendalikan Kenaikan Harga Energi

Sabtu 20 Aug 2022 05:27 WIB

Rep: Mg136/ Red: Gita Amanda

Berdasarkan dari data yang diperoleh National Health Service (NHS), akan terdapat peningkatan terhadap jumlah orang yang sakit dan mengalami penurunan kesehatan, kecuali pemerintah mengambil langkah tambahan untuk mengendalikan kenaikan harga energi. (ilustrasi)

Berdasarkan dari data yang diperoleh National Health Service (NHS), akan terdapat peningkatan terhadap jumlah orang yang sakit dan mengalami penurunan kesehatan, kecuali pemerintah mengambil langkah tambahan untuk mengendalikan kenaikan harga energi. (ilustrasi)

Foto: ap/Jane Barlow/PA
Kesehatan masyarakat akan memburuk jika mereka terpaksa tinggal di rumah dingin

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Berdasarkan dari data yang diperoleh National Health Service (NHS), akan terdapat peningkatan terhadap jumlah orang yang sakit dan mengalami penurunan kesehatan, kecuali pemerintah mengambil langkah tambahan untuk mengendalikan kenaikan harga energi. Konfederasi NHS menjelaskan bahwa Inggris sedang mengalami "krisis kemanusiaan".

Organisasi yang mewakili pejabat kesehatan itu memperkirakan, banyak orang harus membuat keputusan yang mengerikan antara melewatkan makan untuk menghangatkan rumah atau harus hidup dalam kondisi dingin dan lembab.

Baca Juga

Tetapi para menteri menegaskan bahwa langkah-langkah telah diambil, dengan bantuan dari NHS, ini termasuk pembayaran 400 poundsterling yang dilakukan untuk setiap rumah tangga pada musim gugur untuk membantu membayar biaya tagihan energi.

Namun, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada pemerintah, para pemimpin NHS menyatakan bahwa terlepas dari kendala biaya hidup lainnya, harga energi yang naik cepat masih akan memaksa individu dan keluarga untuk membuat keputusan yang cukup sulit.

Mereka memperingatkan bahwa kesehatan masyarakat akan segera memburuk jika mereka terpaksa tinggal di rumah yang dingin dan tidak mampu membeli makanan yang bergizi. Kondisi dingin dapat memperburuk gangguan pernapasan dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan jatuh pada orang lanjut usia.

Dilansir dari BBC News, rumah dingin sudah dikaitkan dengan 10 ribu kematian setiap tahun. Organisasi ini telah memperingatkan bahwa, selain apa yang diantisipasi banyak orang sebagai salah satu musim dingin paling keras yang pernah ada karena pertemuan  flu, norovirus, dan pandemi Covid-19, terdapat risiko penyakit yang terkait dengan krisis energi.

Konfederasi NHS mengklaim bahwa selain menyebabkan peningkatan penyakit, ini juga akan berdampak negatif pada kesehatan mental dan kesejahteraan.

Kepala eksekutif Matthew Taylor, mantan penasihat Partai Buruh, mengatakan banyak orang bisa menghadapi pilihan buruk antara melewatkan makan untuk menghangatkan rumah mereka dan harus hidup dalam kondisi dingin, lembab dan sangat tidak menyenangkan.

"Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan wabah penyakit. Penyakit menyebar ke seluruh negeri dan memperlebar ketidaksetaraan kesehatan, memperburuk kesempatan hidup anak-anak dan meninggalkan bekas luka yang tak terhapuskan pada komunitas lokal," jelasnya.

Matthew menyatakan skenario tersebut merupakan masalah kesehatan yang serius karena akan meningkatkan ketegangan pada layanan kesehatan yang sudah "sangat sulit" untuk mengatasinya.

Sebuah survei baru-baru ini menemukan lebih dari sepertiga orang di Inggris, Wales, dan Skotlandia sudah mengurangi konsumsi makanan dan kebutuhan lainnya untuk menurunkan biaya hidup bulanan mereka.

Untuk membantu rumah tangga di Inggris, Skotlandia, dan Wales dengan kenaikan biaya bahan bakar musim gugur ini, pemerintah telah setuju untuk memberi mereka 400 poundsterling dalam enam kali angsuran.

Delapan juta rumah tangga termiskin akan menerima rata-rata 1.200 poundsterling. Namun, sejak kebijakan itu diumumkan, perkiraan seberapa tinggi biaya energi bisa tumbuh meningkat.

Pemerintah telah menyatakan bahwa mereka tidak akan bertindak lebih jauh sampai perdana menteri baru dipilih awal bulan depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA