Saturday, 12 Rabiul Awwal 1444 / 08 October 2022

Harga Pertalite Naik, Pemerintah Wajib Beri Stimulus ke Rakyat

Sabtu 20 Aug 2022 05:19 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Nidia Zuraya

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di SPBU. Ilustrasi

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di SPBU. Ilustrasi

Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Kenaikan harga Pertalite akan menggerus daya beli masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika pemerintah jadi menaikan harga Pertalite pada pekan depan artinya akan mempengaruhi daya beli masyarakat dan berdampak signifikan pada perekonomian rakyat yang baru pulih dari pandemi. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai mau tidak mau pemerintah perlu memberikan stimulus tambahan bagi masyarakat yang terdampak atas kenaikan harga Pertalite ini.

"Tinggal pemerintah harus memberikan stimulus tambahan bagi masyarakat terdampak. Misalnya dengan memberikan BLT atau kebijakan lain bagi masyarakat rentan. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19," ujar Mamit kepada Republika.co.id, Jumat (19/8/2022).

Baca Juga

Mamit mengingatkan pemerintah, jika tidak ada langkah preventif maka gejolak akar rumput tak terelakan. "Aksi penolakan saya kira akan banyak dilakukan oleh elemen masyarakat. Tinggal bagaimana pemerintah bisa mengendalikan dari dampak sosial tersebut. Apakah bisa segera di amankan atau akan berkelanjutan," tambah Mamit.

Mamit menjelaskan kenaikan harga Pertalite akan menggerus daya beli masyarakat. Sebab, kenaikan BBM pasti turut mengerek harga barang serta harga jasa yang harus dikeluarkan masyarakat. 

Selain itu, ditengah kondisi tersendatnya kenaikan upah maka akan semakin meningkatkan beban ekonomi masyarakat. "Tuntutan kenaikan upah pasti akan terjadi seiring meningkatnya beban ekonomi yang harus ditanggung.

Jadi semua kita kembalikan kepada pemerintah apakah siap dengan kondisi tersebut. Kenaikan ini pastinya akan memberikan ruang fiskal bagi pemerintah dalam mengatur keuangan APBN kita," ujar Mamit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA