Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

TV Kabel Mulai Ditinggalkan, Warga AS Lebih Banyak Tonton Layanan Streaming

Jumat 19 Aug 2022 17:24 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Ani Nursalikah

TV Kabel Mulai Ditinggalkan, Warga AS Lebih Banyak Tonton Layanan Streaming

TV Kabel Mulai Ditinggalkan, Warga AS Lebih Banyak Tonton Layanan Streaming

Foto: Pixabay
Nielsen mencatat layanan streaming telah melampaui siaran sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemeringkatan TV Nielsen atau Rating Nielsen Amerika Serikat (AS) mengungkapkan layanan streaming menangkap pangsa terbesar dibandingkan televisi untuk pertama kalinya pada Juli. Menurut data yang dirilis Kamis, dari semua waktu menonton TV pada Juli, 34,8 persen terjadi melalui streaming.

Sementara 34,4 persen melalui tv kabel dan siaran TV meraih pangsa 21,6 persen. Nielsen mencatat layanan streaming telah melampaui siaran sebelumnya. Namun, Juli menandai waktu pertama kalinya melampaui penayangan TV kabel.

Baca Juga

Menurut Nielsen, pangsa tayangan televisi kabel turun sekitar sembilan persen dari Juli 2021 dan pangsa streaming meningkat hampir 23 persen dari tahun ke tahun. Dilansir CNet, Jumat (19/8/2022), Netflix menangkap delapan persen dari semua penayangan pada Juli 2022.

Sebagian besar karena kontribusi pengguna yang menonton hampir 18 miliar menit serial populer Stranger Things. Beberapa layanan streaming lainnya termasuk Amazon Prime, YouTube, dan Hulu meraih pangsa waktu menonton terbesar mereka pada Juli.

Saat ini menjadi masa perubahan dan peningkatan persaingan di antara para streamer. Disney Plus dan Netflix akan meluncurkan tingkatan baru yang didukung iklan dalam beberapa bulan mendatang.

Belum lama ini, Netflix mengumumkan telah mengalami penurunan pelanggan terbesar. Perusahaan sedang mencari cara membatasi pembagian kata sandi setelah menaikkan harga pada awal 2022. Disney Plus, ESPN Plus, dan Hulu yang semuanya mayoritas dimiliki oleh Disney, juga akan mengalami kenaikan harga dalam waktu dekat. Sementara untuk HBO Max dan Discovery Plus akan bergabung mulai tahun 2023 setelah perusahaan induk mereka melakukannya awal tahun ini. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA