Thursday, 7 Jumadil Awwal 1444 / 01 December 2022

Permintaan Pembiayaan Korporasi dan Rumah Tangga Terus Meningkat

Jumat 19 Aug 2022 13:15 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Kredit bank (ilustrasi)

Kredit bank (ilustrasi)

Foto: Tim Infografis Republika
Pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dalam negeri melambat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permintaan pembiayaan baru korporasi pada Juli 2022 terindikasi meningkat. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 20,5 persen, lebih tinggi dari SBT Juni 2022 sebesar 16,4 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan peningkatan pembiayaan bersumber dari dana sendiri, yang masih menjadi mayoritas pembiayaan, diikuti oleh pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik. Sementara itu, pembiayaan yang bersumber dari pinjaman ke perbankan dalam negeri terindikasi melambat.

Baca Juga

"Penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Juli 2022 juga terindikasi tumbuh positif meski melambat dari bulan sebelumnya, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 54,6 persen," katanya dalam keterangan pers, Jumat (19/8/2022).

Faktor utama yang memengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta permintaan pembiayaan dari nasabah. Untuk keseluruhan periode kuartal III 2022, penawaran penyaluran kredit baru juga diprakirakan tumbuh positif meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya.

"Sejalan dengan itu, di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi tumbuh meningkat pada Juli 2022," katanya.

Mayoritas rumah tangga memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna. Adapun sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi responden untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan adalah antara lain koperasi dan leasing.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA