Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang Jadi Lokasi Kampanye Hemat Air Wudhu Pengmas UI

Jumat 19 Aug 2022 11:14 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah

Sosialisasi hemat air wudhu yang dilakukan Universitas Indonesia di Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang

Sosialisasi hemat air wudhu yang dilakukan Universitas Indonesia di Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang

Foto: Dok Istimewa
Hemat air wudhu merupakan salah satu ajaran Islam yang agung

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA- Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman Pandeglang Banten menjadi salah satu pondok pesantren yang dipilih Universitas Indonesia untuk mensosialisasikan gerakan berhemat air wudhu. 

Tim Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI)  kembali melakukan edukasi pelestarian lingkungan melalui gerakan hemat air wudu,  pada Senin dan Selasa, 15-16 Agustus 2022. Pengabdian masyarakat (pengmas) UI ini sebelumnya telah dilakukan di wilayah Depok (2107) dan Jakarta (2018). 

Baca Juga

Ketua Pengmas UI, Dr Apipudin, menjelaskan Pengmas ini berangkat dari fenomena krisis air bersih yang telah menjadi isu global dan penting untuk dihadapi bersama. Konsensus PBB menyepakati bahwa permasalahan akses air bersih dan sanitasi merupakan salah satu sustainable development goals (SDGs).   

Dia menyatakan Islam banyak membahas tentang air, karena keseharian umat Islam sangat berkaitan dengan pemakaian air. Umat Islam sangat berkepentingan dengan ketersediaan air bersih, baik untuk aktivitas sehari-hari, maupun untuk aktivitas ibadah. 

“Air salah satu berkah terbesar dari Allah SWT, dan berperan penting dalam membangun peradaban manusia,” kata dia, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Namun, menurut dia, permasalahan air ini masih  sering tidak diperhatikan karena dianggap sesuatu yang biasa. Nabi Muhammad SAW menyampaikan  dalam hadits untuk tidak berlebih-lebihan dalam menggunakan air, meskipun berada di tempat yang berlimpah air.  

Sementara itu, anggota Tim Pengmas UI, Muhammad Zulifan, M Hum mengatakan bahwa para santri adalah generasi penggerak, calon pemimpin yang sangat berkepentingan dengan upaya menjaga sumber daya air bersih yang sangat terbatas dan terus semakin langka. 

Menurut dia, fakta bahwa banyak masyarakat di belahan dunia, di banyak daerah di Indonesia, dan juga bahkan di sekitar wilayah Pandeglang telah kehilangan akses untuk mendapatkan air bersih.

photo
wudhu - (Dok Istimewa)
Di sisi lain, di kalangan masyarakat Islam Indonesia, penggunaan air bersih khususnya air untuk bersuci (wudhu) seringkali berlebihan, bahkan cenderung terbuang percuma.

“Padahal Rasulullah Muhammad S.A.W. mencontohkan etika Islam dalam berhemat air dalam berwudhu, yaitu cukup dengan satu mud saja, yang kira-kira sebanyak 775 ml,” kata dia.

Anggota Tim Pengmas UI, Dr Ade Solihat, mengatakan gerakan “Hemat Air Wudhu” ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

Kegiatan pengmas pada 2017 di masjid-masjid di Kota Depok dan 2018 di pesantren-pesantren di wilayah Jakarta, perlu terus dikembangkan dan dikenalkan ke cakupan yang lebih luas.

Dia berharap, dengan meluaskan cakupan wilayah sasaran pengabdian yaitu ke wilayah Banten, khususnya di Pesantren Ibad ar Rahman, persoalan-persoalan berkaitan dengan kelangkaan air secara tahap demi tahap dapat dipecahkan.

Kegiatan yang mengangkat tema “Penerapan Etika Islam dalam Pelestarian Lingkungan melalui Aksi Hemat Air Wudu” ini, menurut Gina Najjah Hajidah, MHum, anggota tim pengmas, merupakan salah satu proyek kemanusiaan yang menjadi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Oleh karena itu dalam kegiatan ini melibatkan sejak awal persiapan, pelaksanaan, hingga proses penyusunan laporan berupa buku. “Sumbangsih kemanusiaan untuk perlindungan alam ini juga dilakukan para dosen pengabdi masyarakat UI ini sebagai bentuk penanaman karakter bangsa,” tutur dia.    

Selain mengedukasi melalui kajian etika Islam tentang lingkungan yang bersumber dari Alquran dan hadits, Tim Pengmas UI juga melakukan intervensi teknologi dengan memasang alat pembatas aliran air (flow restrictor) pada kran-kran di Masjid Ibad Ar Rahman.  

Alat flow restrictor ini merupakan karya dari Dr I Made Bruner, seorang dosen dan peneliti di salah satu universitas swasta di Jakarta, yang telah lama bermitra dengan Tim Pengmas UI dalam melakukan program hemat air wudhu.        

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA