Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Wamenkeu: Aset Bank per PDB RI Masih Kecil Dibanding Negara ASEAN

Jumat 19 Aug 2022 01:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

ilustrasi:layanan bank. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan aset bank per Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih relatif kecil dibanding negara ASEAN-5, yakni hanya 59,5 persen.

ilustrasi:layanan bank. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan aset bank per Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih relatif kecil dibanding negara ASEAN-5, yakni hanya 59,5 persen.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Kapitalisasi pasar modal Indonesia per PDB juga masih rendah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan aset bank per Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih relatif kecil dibanding negara ASEAN-5, yakni hanya 59,5 persen. Adapun aset bank per PDB Malaysia mencapai 198,6 persen, Filipina 99,2 persen, Singapura 572,1 persen, dan Thailand 146,6 persen.

"Negara lain banyak yang di atas 100 persen kita harus menuju ke sana agar menjadi negara dengan aset di perbankannya yang lebih besar daripada PDB," kata Suahasil dalam Rapat Kerja dengan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR) RI yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Baca Juga

Tak hanya itu, ia menuturkan kapitalisasi pasar modal Indonesia per PDB juga masih rendah, yakni hanya 48,3 persen. Sementara Malaysia tercatat 109,9 persen, Filipina 93,2 persen, Singapura 189 persen, dan Thailand 120,9 persen.

Begitu pula dengan aset industri asuransi Indonesia per PDB yang baru mencapai 5,8 persen, sedangkan Malaysia 20,3 persen, Filipina 8,5 persen, Singapura 47,5 persen, serta Thailand 23,2 persen.

Kondisi yang sama juga terlihat dengan aset dana pensiun Indonesia per PDB yang hanya 6,9 persen atau sama dengan Thailand. Meski lebih tinggi dari Filipina yang sebesar 3,5 persen, aset dana pensiun per PDB Indonesia masih kalah dibanding Malaysia 59,9 persen dan Singapura 32,2 persen.

Dengan keseluruhan data tersebut, Suahasil menilai sektor keuangan Indonesia masih relatif dangkal dibandingkan negara lain di ASEAN-5, sehingga masih bisa berkembang lebih pesat dan besar.

"Maka dari itu, lahan berbisnis di sektor keuangan ini berarti masih luar biasa besar karena negara lain bisa 100 persen dari PDB mereka," ungkapnya.

Ia menyebutkan sektor perbankan saat ini masih mendominasi aset sektor keuangan Indonesia yang tercatat sebesar Rp12.162,8 triliun pada 2020, yakni sebesar 76,7 persen. Kemudian disusul oleh dana pensiun sebesar 8,7 persen, asuransi 7,4 persen, lembaga pembiayaan 4,9 persen, dan lainnya 2,2 persen.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA