Kamis 18 Aug 2022 19:35 WIB

Sejumlah Negara Dorong DK PBB Bahas Perang Ukraina

AS, Albania, Prancis, Irlandia, Norwegia, Inggris minta DK PBB rapat soal perang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Amerika Serikat, Albania, Prancis, Irlandia, Norwegia, dan Inggris meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat membahas dampak perang di Ukraina
Foto: AP Photo/John Minchillo
Amerika Serikat, Albania, Prancis, Irlandia, Norwegia, dan Inggris meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat membahas dampak perang di Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Amerika Serikat, Albania, Prancis, Irlandia, Norwegia, dan Inggris meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat pada 24 Agustus mendatang. Pada Kamis (18/8/2022) para diplomat yang mengetahui permintaan ini mengatakan pertemuan itu akan membicarakan dampak perang di Ukraina yang sudah memasuki bulan keenam.

Serangkaian ledakan di pangkalan militer dan gudang amunisi di Crimea yang diduduki Rusia sejak 2014 dalam beberapa pekan terakhir menandakan adanya pergeseran dalam konflik ini. Ukraina tampaknya mulai dapat menyerang ke wilayah-wilayah yang dikuasai Rusia.

Rusia mengatakan serangan-serangan tersebut dilakukan dengan sabotase. Sementara itu, Ukraina tidak resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut tapi mengisyaratkan hal itu.

Dalam pernyataannya intelijen militer Ukraina mengatakan pasukan Rusia segera memindahkan sejumlah pesawat dan helikopternya masuk lebih dalam ke Semenanjung dan pangkalan udara di Rusia. Pernyataan itu disampaikan setelah serangkaian serangan di Crimea.  

Pada Rabu (16/8/2022) lalu kantor berita Rusia, RIA mengutip sumber yang mengatakan Komandan Armada Laut Hitam Rusia Igor Osipov digantikan Viktor Sokolov. Bila terkonfirmasi maka ini merupakan pemecatan perwira tertinggi Rusia sejak invasi Ukraina dimulai.

Armada Laut Hitam memiliki reputasi yang terhormat di Rusia. Tapi mengalami beberapa pukulan memalukan sejak Presiden Vladimir Putin melancarkan invasi yang ia sebut "operasi militer khusus" pada 24 Februari lalu.

Pada bulan April, Ukraina menyerang kapal tempur besar Rusia, Moskva, dengan rudal Neptune. Kapal itu menjadi kapal perang terbesar yang tenggelam dalam perang selama 40 tahun terakhir.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement