Kamis 18 Aug 2022 14:13 WIB

Guru Madrasah Harus Terlatih Kurikulum Merdeka

Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
 Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting. Foto:  Ilustrasi Siswa Madrasah
Foto: Antara/Syaiful Arif
Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting. Foto: Ilustrasi Siswa Madrasah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abu Rokhmad mengatakan, seluruh guru madrasah harus terlatih menerapkan Kurikulum Merdeka. Hal ini disampaikan Abu Rokhmad saat membuka Webinar Kurikulum Merdeka Seri 01 yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis.

“Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum, target tahun depan akan diimplementasikan di seluruh madrasah. Maka seluruh guru madrasah harus terlatih,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga

Abu Rokhmad mengapresiasi diselenggarakannya webinar tersebut. Menurut dia, setiap kebijakan baru mengenai pendidikan atau kurikulum, harus dimaknai sebagai ikhtiar memajukan Pendidikan Nasional.

Mengelola pendidikan, Lanjut Abu, membutuhkan kreasi inovasi tiada henti. Oleh karena itu, Kurikulum Merdeka merupakan ikhtiar menyempurnakan kurikulum sebelumnya. “Kurikulum ini diciptakan berdasarkan perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan juga perkembangan sosial masyarakat yang memang tumbuh dengan sangat cepat,” ucap dia.

“Oleh karena itu, bapak ibu guru yang berada di garda paling depan dalam melaksanakan proses pendidikan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, harus terus belajar,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Abu juga memperkenalkan aplikasi Pintar (Pusat Informasi Pelatihan dan Pembelajaran) yang digagas Pusdiklat Tenaga Teknis. Menurut dia, aplikasi tersebut memuat pelatihan-pelatihan yang dapat mendukung kebutuhan pengembangan SDM guru dan juga pegawai lainnya.

“Nantinya para guru juga akan mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai penerapan implementasi Kurikulum Merdeka ini melalui aplikasi diklat online yang sudah dimiliki oleh pusdiklat teknis, melalui aplikasi PINTAR,” kata Abu.

Dia pun berpesan kepada para pengelola madrasah untuk terus melakukan modifikasi dan inovasi yang berkaitan dengan aspek sekolah dengan ciri khas keagamaan.

Sementara itu, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Imam Safei menjelaskan, Webinar Kurikulum Merdeka Seri 01 merupakan bagian dari upaya menjadikan para guru sebagai pembelajar.

“Saya kira dengan terus kita belajar, kita akan mampu merespon isu baru dan kekinian, terutama yang terkait dengan profesi yang kita tekuni,” ujar dia.

“Biarpun hebat dan berjejer gelarnya, kalau kita berhenti belajar kita akan tertinggal,” lanjut dia.

Imam Safei mengibaratkan para guru, widyaiswara, dan pengambil kebijakan sebagai powerbank. “Kita kadang-kadang harus ngecas, kadang-kadang kita harus dicas. Maka perlu adanya pelatihan-pelatihan semacam ini. Ini yang namanya charging akademik,” jelas dia.

Maka, lanjut Safei, Pusdiklat Tenaga Teknis melakukan terobosan dan inovasi melalui aplikasi Pintar. Aplikasi ini berupa MOOC mengenai pelatihan-pelatihan yang menunjang kompetensi pegawai Kemenag.

“Melalui aplikasi Pintar, bapak ibu akan bisa lebih leluasa mengikuti program pelatihan yang ada di Pusdiklat,” kata Safei.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement