Rabu 17 Aug 2022 22:57 WIB

Lomba HUT RI Digelar di Lampung, Malam Hiburan Ditiadakan

Berbagai perlombaan yang digelar seperti lomba makan kerupuk.

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Muhammad Fakhruddin
Warga menonton Kendaraan hias yang melintas saat mengikuti acara Pawai Drumband di Kota Bandar Lampung, Lampung, Ahad (14/8/2022). Pawai Drumband tersebut dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan diikuti oleh 900 orang pelajar SMA di Lampung.
Foto: ANTARA/Ardiansyah
Warga menonton Kendaraan hias yang melintas saat mengikuti acara Pawai Drumband di Kota Bandar Lampung, Lampung, Ahad (14/8/2022). Pawai Drumband tersebut dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 dan diikuti oleh 900 orang pelajar SMA di Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG -- Masyarakat di Kota Bandar Lampung dan daerah lainnya menyambut gembira peringatan dan perayaan HUT ke-77 RI pada Rabu (17/8/2022) dengan menggelar berbagai lomba berhadiah. Namun, pemerintah setempat melarang adanya malam hiburan dikarenakan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Pemantauan Republika.co.id di beberapa tempat di Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pringsewu, dan Pesawaran, Rabu (17/8), setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, masing-masing kampung dan RT serta kantor menggelar perayaan HUT ke-77 Kemerdekaan RI dengan lomba konvensional maupun moderen.

Baca Juga

Berbagai perlombaan yang digelar seperti lomba makan kerupuk, lari karung, laring sarung, tarik tambang, berjalan di sepotong bambu, lari di sawah, dan atraksi lomba lainnya. Lomba ini seperti biasa diikuti mulai dari anak-anak sampai orang tua laki-laki dan perempuan, dengan tujuan bergembira.

“Setelah dua tahun vakum acara perayaan HUT RI, sekarang sudah boleh menggelar lomba tentu disambut gembira masyarakat,” kata Wardi (48 tahun), warga Desa Sukoharjo II, Kecamatan Pringsewu Utara, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Rabu (17/8).

Wardi yang juga panitia lomba di desanya, hanya menggelar dua lomba yakni Lomba Berjalan di Bambu untuk mendapatkan uang Rp 100 ribu dari panitia dan warga. Lomba ini pesertanya ibu-ibu, untuk berjalan di bambu yang di bawahnya air tempat sawah. 

Sedangkan lomba bagi peserta anak-anak, panitia hanya menggelar lomba lari cepat tetapi di lumpur bekas sawah. Lomba perayaan HUT RI ini banyak disaksikan warga sekitar karena memang selama dua tahun ini tidak ada kegiatan.

Sedangkan di Kota Bandar Lampung, masing-masing RT dan gabungan RT menggelar berbagai lomba bagi anak-anak dan ibu-ibu, juga bapak-bapak. Di Rajabasa, warga menggelar lomba konvensional seperti lari karung dan lomba makan kerupuk. Sedangkan di kantor-kantor pemerintah, juga digelar lomba tarik tambang dengan peserta pegawai.

Acara lomba berhadiah tersebut, baik di Kota Bandar Lampung maupun di daerah, tetap tidak diperkenankan menggelar malam hiburan. Hal tersebut dikarenakan untuk menekan penyebaran Covid-19 yang sekarang terjadi peningkatan.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana Wali mengatakan, upacara HUT ke-77 RI tetap digelar setiap sekolah dengan protokol kesehatan Covid-19 dan batasan anak kelas 1, 2, dan 3 SD belum diperkenankan. Menurut dia, pelaksanaan upacara bendera HUT ke-77 RI tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. 

Wali Kota juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menggelar perayaan HUT ke-77 RI pada Rabu (17/8), juga tetap menerapkan protokol kesehatan. Eva Dwiana mengatakan, masyarakat boleh menggelar perayaan 17 Agustus dengan berbagai lomba dan kegiatan.

“Namun, tidak ada resepsi atau malam gembira untuk pembagian hadiah. Ini untuk memutus rantai penularan Covid-19,” kata Eva.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement