Saturday, 28 Safar 1444 / 24 September 2022

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan Content Creator dengan Content Writter

Rabu 17 Aug 2022 15:15 WIB

Red: Gita Amanda

Content creator dan content writter merupakan jenis pekerjaan yang berbeda.

Content creator dan content writter merupakan jenis pekerjaan yang berbeda.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Content creator dan content writter merupakan jenis pekerjaan yang berbeda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak jarang, ada sebagian orang yang menyebutkan bahwa seorang content creator dan content writter merupakan profesi yang sama. Meski sama-sama membuat konten, ternyata content creator dan content writter merupakan jenis pekerjaan yang berbeda.

Dunia internet yang semakin besar serta media sosial yang semakin berkembang, kedua pekerjaan ini bisa menjadi salah satu jenis pekerjaan yang paling dibutuhkan saat ini.

Baca Juga

Melansir dari state of digital publishing, content creator merupakan orang yang bertanggung jawab dalam membuat konten di media digital, seperti video, foto dan lainnya. Sedangkan content writter adalah orang yang menulis konten di media juga, terutama untuk artikel pada sebuah blog, newsletter dan masih banyak lagi.

Meski memiliki fungsi yang berbeda, namun kedua jenis pekerjaan ini punya hal yang bisa disamakan, yaitu untuk menggaet engagement dan trafik ke media tertentu. Baik itu portal berita, media sosial, hingga website tertentu. Kedua jenis pekerjaan ini menjadi tulang punggung, agar banyak orang bisa berinteraksi dan menikmati konten yang dihasilkan.

Semakin tingginya kebutuhan dan kesadaran orang dengan digital marketing, membuat pekerjaan content creator dan content writter semakin dibutuhkan. Kemiripan nama keduanya membuat beberapa orang sulit memahami perbedaan content creator dan content writter.

Berikut adalah perbedaan content creator dan content writter:

1. Kemampuan yang harus dimiliki

Content Creator yang baik harus memiliki kemampuan riset yang baik pula, bisa menjadi editor, penulis, serta memahami dasar-dasar desain. Content Creator biasanya juga harus bisa memproduksi foto dan video yang menarik, agar target pasar tetap tertarik dengan konten yang diproduksi.

Diharapkan, juga bisa memproduksi konten yang menarik bagi target pasar, sekaligus memperhatikan tone dari brand atau perusahaan yang diwakili.

Nah, untuk Content Writter tentunya harus memiliki kemampuan dalam menulis. Namun, sebagai penulis konten, seorang content writter juga harus memiliki kemampuan mengedit tulisan sendiri, sampai cukup enak untuk dibaca, riset topik, dan juga memahami prinsip dasar SEO (search engine optimization).

Content writter yang punya kemampuan SEO, mampu membuat kinerja artikel yang ditulis lebih optimal dan tentu saja akan mendatangkan trafik website yang lebih tinggi.

2. Platform yang digunakan

Perbedaan selanjutnya adalah jenis platform yang digunakan. Seorang content creator lebih berfokus pada pembuatan konten di berbagai macam platform media sosial.

Sebagai contoh, ada content creator yang berfokus ke pembuatan konten di instagram baik itu foto atau video, seorang YouTuber membuat konten video di YouTube, dan masih banyak lagi.

Pada dasarnya content creator juga bisa menggunakan blog sebagai platformnya. Namun biasanya, content writter menggunakan blog untuk menampilkan artikel yang telah ia buat.

Tidak jarang, hasil tulisannya tersebut juga digunakan untuk kebutuhan marketing, sehingga dikirimkan ke orang-orang yang berlangganan newsletter dari blog tersebut.

3. Tujuan pekerjaannya

Kemudian perbedaan antara content creator dan content writter yakni tujuan pekerjaannya. Memang, kedua profesi ini pada dasarnya, punya tujuan yang sama, yaitu membuat sebuah konten yang menarik bagi target pasarnya.

Meskipun begitu, content creator lebih berfokus pada menciptakan brand awareness dan juga menarik trafik untuk tren yang silih berganti.

Di sisi lain, content writter juga bisa mendatangkan trafik organik dari penulisan artikel yang menggunakan kaidah SEO, serta memberikan informasi tertentu. Traffic organik tersebut biasanya bertahan lebih lama, sebagai bahan promosi gratis dan tahan lama.

4. Lingkup pekerjaan

Perbedaan terakhir terletak pada lingkup pekerjaan keduanya, bahwa pekerjaan utama content writter adalah menulis konten baik itu untuk blog, newsletter, atau apa pun yang berhubungan dengan media online. Jadi, pekerjaannya terbatas pada melihat tren yang sedang ramai jadi pembicaraan, mencari topik, lalu menulis konten.

Sedangkan content creator juga menulis, tetapi tanggung jawab yang dimiliki sedikit lebih banyak saja. Tak hanya itu, biasanya mereka pun juga harus membuat konten foto atau video, copywriting yang menarik perhatian, dan bahkan memikirkan strategi marketing yang harus digunakan.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), Anisti mengatakan, berbagai konten tulisan, gambar, suara, video ataupun gabungan dari keduanya, atau lebih merupakan hasil kreativitas dari seorang content creator.

"Konten yang telah dibuat biasanya akan dimuat pada platform digital seperti Instagram, YouTube, situs media online, Tiktok dan platform lainnya. Topik yang dipilih juga sangat beragam," tutur Anisti, Senin (15/8/2022).

Lanjutnya, sementara profesi content writter sangat dibutuhkan di era digital pasalnya bidang kerja dari content writter tidak sebatas buku dan teks saja.

"Saat ini, content writter dapat terlibat dalam penulisan naskah skenario iklan. Profesi ini juga biasanya tergabung dalam divisi creative dan scriptwritter," ujarnya, dalam siaran pers.

Ia menyampaikan, tidak usah bingung untuk memilih antara antara content creator dan content writter. Kedua profesi tersebut bisa dengan mudah didapatkan dengan memilih melanjutkan studi pada jurusan Ilmu Komunikasi Universitas BSI.

"Kini, penerimaan mahasiswa baru (PMB) gelombang 6 sudah dimulai sejak 4 Agustus hingga 1 September 2022 mendatang. Kamu cukup melakukan pendaftaran dengan mengunduh aplikasi PMB-UBSI di playstore secara gratis atau melalui website https://bsi.pmbonline.id/ ,” tukasnya.

Ia menambahkan, Universitas BSI juga memberikan keringanan dalam pembayaran perkuliahan dengan sistem cicilan, melalui aplikasi Danacita. Calon mahasiswa cukup membayar cicilan sebesar Rp 600 ribuan saja/bulan.

Prodi Ilmu Komunikasi sendiri tersebar di beberapa kampus Universitas BSI, seperti Universitas BSI kampus Tangerang, Universitas BSI kampus Ciputat, Universitas BSI kampus Margonda, Universitas BSI kampus Cengkareng, Universitas BSI kampus BSD, Universitas BSI kampus Kaliabang, Universitas BSI kampus Kalimalang, dan Universitas BSI kampus Pemuda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA