Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Paket Lengkap, Pj Bupati Apriyadi dan Forkopimda Dengarkan Pidato Presiden

Selasa 16 Aug 2022 17:59 WIB

Red: Christiyaningsih

Pj Bupati Muba bersama Forkopimda berkumpul mendengarkan pidato kenegaraan presiden.

Pj Bupati Muba bersama Forkopimda berkumpul mendengarkan pidato kenegaraan presiden.

Foto: Pemkab Muba
Pj Bupati Muba bersama Forkopimda berkumpul mendengarkan pidato kenegaraan presiden

REPUBLIKA.CO.ID, SEKAYU - Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin (Muba) Apriyadi bersama Forkopimda paket lengkap semuanya hadir dalam sidang Paripurna Istimewa mendengarkan pidato kenegaraan oleh Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-77 secara virtual. Mereka berkumpul di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba, Selasa (16/8/2022).

Sidang Paripurna Istimewa ini juga dihadiri Ketua DPRD Muba Sugondo, wakil ketua dan anggota DPRD Muba, Dandim 0401 Muba Letkol Arm Dede Sudrajat, Kapolres Muba AKBP Siswandi, dan Kajari Muba Marcos Marudut Mangapul Simaremare. Hadir pula Ketua Pengadilan Agama Muba Waluyo, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Cristo Evert Natanael Sitorus, para staf ahli bupati, serta para asisten dan kepala perangkat daerah Muba.

Baca Juga

Sidang tahunan MPR, DPR, dan DPD RI dibuka oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Presiden Joko Widodo saat mengawali Pidato Kenegaraan HUT Kemerdekaan RI ke-77 menyampaikan saat pandemi Covid-19 melanda seluruh dunia, ada banyak dampak yang dirasakan oleh masyarakat dan negara. 

"Namun, kita mampu menghadapi pandemi Covid-19 dengan menunjukkan diri sebagai bangsa yang tangguh. Seluruh Masyarakat baik kota dusun dan kampung saling melindungi dan saling berbagi. Bahkan Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Masuk dalam lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan 432 juta dosis vaksin telah disuntikkan," ujarnya.  

photo
Pj Bupati Muba bersama Forkopimda berkumpul mendengarkan pidato kenegaraan presiden. - (Pemkab Muba)
Jokowi juga mengungkapkan dalam tiga tahun terakhir sudah tidak lagi impor untuk beras konsumsi. Pembangunan bendungan dan irigasi telah mendukung peningkatan produktivitas nasional.

"Dengan ini IRRI Apresiasi Ketahanan Pangan Indonesia. Alhamdulillah, kita baru saja memperoleh penghargaan dari International Rice Research Institute karena kita dinilai mampu mencapai sistem ketahanan pangan dan swasembada beras sejak tahun 2019," ungkapnya. 

Jokowi mengatakan ada beberapa poin yang bisa mendukung agar Indonesia dapat terus maju. Di antaranya, hilirisasi dan industrialisasi Sumber Daya Alam (SDA), optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau, perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat, UMKM naik kelas, dan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

"Untuk itu, saya tegaskan kembali. Agenda besar bangsa tidak boleh berhenti. Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu, mendukung agenda besar bagi pencapaian Indonesia Maju. Dengan komitmen dan kerja keras, dengan inovasi dan kreativitas,” tegas Jokowi.

Setelah mendengar pidato kenegaraan Presiden RI, Apriyadi mengatakan apa yang telah disampaikan tadi menggambarkan agar kita tidak boleh patah semangat dalam hal membangun dan mewujudkan Indonesia Maju. "Ada beberapa hal yang memang menjadi kebanggaan bagi kita. Salah satunya kita sudah tiga tahun tidak lagi impor beras. Kemudian, Presiden RI lebih menekankan agar kita segera melakukan hilirisasi terhadap produk-produk unggulan yang ada di dalam negeri ini," imbuhnya. 

"Seperti halnya di Kabupaten Muba kita harus melakukan hilirisasi sawit, karet, dan lainnya yang menjadi produk unggulan Muba. Dilakukannya hilirisasi ini dalam rangka mendukung pembangunan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami sangat apresiasi dan bangga dengan apa yang sudah menjadi capaian-capaian negara kita negara Republik Indonesia. Yang terpenting harapan kita semua ialah negara ini dan masyarakat dapat Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat," ujar Apriyadi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA