Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Skotlandia Negara Pertama Gratiskan Produk Menstruasi

Senin 15 Aug 2022 10:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Friska Yolandha

Perempuan haid (ilustrasi). Skotlandia akan menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang untuk melindungi hak atas produk menstruasi secara gratis.

Perempuan haid (ilustrasi). Skotlandia akan menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang untuk melindungi hak atas produk menstruasi secara gratis.

Foto: republika
Penyedia pendidikan Skotlandia wajib memastikan produk sanitasi gratis.

REPUBLIKA.CO.ID, EDINBURGH -- Skotlandia akan menjadi negara pertama di dunia yang memperkenalkan undang-undang untuk melindungi hak atas produk menstruasi secara gratis. Aturan ini dituangkan dalam Undang-Undang Produk Menstruasi yang mulai berlaku pada Senin (14/8/2022).

Dewan dan penyedia pendidikan di Skotlandia akan diwajibkan secara hukum untuk memastikan produk sanitasi gratis tersedia bagi siapa saja yang membutuhkannya. Undang-undang yang awalnya diusulkan oleh MSP Buruh Monica Lennon ini dengan suara bulat disetujui oleh Parlemen Skotlandia pada 2020.

Baca Juga

"Otoritas lokal dan organisasi mitra telah bekerja keras untuk membuat hak legal untuk mengakses produk mentruasi gratis menjadi kenyataan. Saya berterima kasih kepada mereka dan ribuan orang yang telah terlibat di seluruh negeri," ujar Lennon dikutip dari SkyNews.

Lennon telah berkampanye untuk mengakhiri kerentanan produk sanitasi untuk menstruasi sejak 2016. Dia menggambarkan pengajuan aturan tersebut sebagai tindakan praktis dan progresif di dunia. "Ini adalah tonggak besar lainnya untuk kampanye martabat menstruasi dan gerakan akar rumput yang menunjukkan perbedaan yang dapat dibuat oleh pilihan politik yang progresif dan berani," ujarnya.

"Ketika krisis biaya hidup mulai terjadi, Undang-Undang Produk Menstruasi adalah mercusuar harapan yang menunjukkan apa yang dapat dicapai ketika para politisi bersatu demi kebaikan orang-orang yang kami layani," kata Lennon.

Dewan Skotlandia akan memutuskan pengaturan pasti apa yang diterapkan, tetapi mereka akan memiliki kewajiban hukum untuk memberi siapa pun yang membutuhkannya akses ke berbagai produk menstruasi dengan cukup mudah. Saat ini tampon, pembalut, dan beberapa produk yang dapat digunakan kembali didanai di sekolah, perguruan tinggi, dan universitas di Skotlandia. Sejak 2017, sekitar 27 juta poundsterling telah dihabiskan untuk menyediakan akses di fasilitas publik.

Menteri Keadilan Sosial Skotlandia Shona Robison mengatakan, menyediakan akses ke produk menstruasi gratis adalah dasar kesetaraan dan martabat. Upaya ini akan menghilangkan hambatan finansial untuk mengaksesnya.

"Ini lebih penting dari sebelumnya pada saat orang membuat pilihan sulit karena krisis biaya hidup dan kami tidak pernah ingin ada orang yang berada dalam posisi di mana mereka tidak dapat mengakses produk menstruasi," kata Robison.

"Sejak 2018, kami telah melakukan aksi terobosan dengan menyediakan produk periode gratis untuk mahasiswa dan siswa di semua sekolah, perguruan tinggi, dan universitas kami," ujarnya.

Menurut Robison, Skotlandia bangga menjadi pemerintah nasional pertama di dunia yang mengambil tindakan untuk menyediakan kebutuhan produk menstruasi gratis. Produk menstruasi gratis diluncurkan di semua sekolah dasar dan menengah di Inggris pada awal 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA