Wednesday, 13 Jumadil Awwal 1444 / 07 December 2022

Komnas HAM akan Tinjau Lokasi Pembunuhan Brigadir J Hari Ini

Senin 15 Aug 2022 06:32 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ratna Puspita

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mendatangi rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang diduga menjadi tempat meninggalnya Brigadir J pada Senin (15/8/2022) hari ini.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mendatangi rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang diduga menjadi tempat meninggalnya Brigadir J pada Senin (15/8/2022) hari ini.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Komnas HAM mendalami obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mendatangi rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang diduga menjadi tempat meninggalnya Brigadir J pada Senin (15/8/2022) hari ini. Kedatangan Komnas HAM untuk memantau dan melakukan penyelidikan kematian Brigadir J. 

Tim Komnas HAM RI telah melakukan serangkaian proses penyelidikan dalam kasus itu, di antaranya meminta keterangan para ajudan Ferdy Sambo dan pihak Polri seperti tim siber dan Dokkes.  "Untuk melengkapi proses tersebut, Tim Komnas HAM RI akan melakukan peninjauan Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang terletak di Kompleks Polri Duren Tiga pada Senin, 15 Agustus 2022," tulis keterangan resmi Komnas HAM pada Ahad (14/8/2022). 

Baca Juga

Komnas HAM menargetkan kunjungan tersebut akan memperjelas peristiwa kematian Brigadir J. Komnas HAM juga berharap semua pihak mampu mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap HAM.

"Peninjauan langsung ke lokasi peristiwa diharapkan semakin membuat terangnya peristiwa," tulis Komnas HAM. 

Komnas HAM mendalami dan memperhatikan terkait obstruction of justice dalam kasus tersebut. Apabila ditemukan buktinya, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.

Komnas HAM telah memeriksa Irjen Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Komnas HAM telah mendapatkan pengakuan mantan kadiv Propam Polri itu bahwa dirinya merekayasa kasus kematian Brigadir J. 

Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka bersama dua ajudan dan satu asisten rumah tangga merangkap sopir dalam kasus Brigadir J. Ketiganya adalah Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Brigadir Kepala Ricky Rizal atau Bripka RR, dan Kuat Maaruf atau KM.

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka menghadapi ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA