Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Harga Telur Ayam di Tasikmalaya Melonjak

Ahad 14 Aug 2022 18:21 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Friska Yolandha

Telur ayam. Harga telur ayam di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.

Telur ayam. Harga telur ayam di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir.

Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
Harga telur di agen sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Harga telur ayam di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan pantauan Republika pada Ahad (14/8/2022), harga telur di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya berkisar Rp 29.500 hingga Rp 31 ribu per kilogram. 

Salah seorang pedagang telur di Pasar Cikurubuk, Jajang (40 tahun), harga telur mengalami kenaikan sejak sehari terakhir. Saat ini, harga telur ayam di kiosnya mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Padahal, dua hari lalu harga telur masih sekitar Rp 28 ribu per kilogram. 

Baca Juga

"Naik mulai hari ini. Katanya gara-gara ada pemberian PKH (program keluarga harapan)," kata dia, Ahad.

Salah seorang pedagang lainnya, Epih (26), mengaku menjual telur dengan harga Rp 31 ribu per kilogram. Sebab, harga telur di agen sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. 

"Kemarin jual masih Rp 28 ribu per kilogram. Sekarang Rp 31 ribu kilogram," kata dia.

Ia mengaku tak mengetahui penyebab harga telur melonjak. Namun, menurut dia, stok telur masih tetap tersedia di pasaran.

"Hanya harganya naik," kata dia.

Sementara, salah seorang penjual telur lainnya di Kota Tasikmalaya, Imah (63), juga mengeluhkan naiknya harga telur. Di tokonya, telur ayam dijual dengan harga Rp 29.500 per kilogram. Harga itu dinilai sudah ditekan semaksimal mungkin. Sebab, ia membeli telur dari Blitar, Jawa Timur, dengan harga Rp 29 ribu per kilogram. 

"Katanya karena ada PKH, jadi harga naik," kata dia.

Menurut dia, seharusnya pemerintah memberikan PKH dalam bentuk uang tunai, alih-alih sembako. Sebab, dengan pemberian sembako, dagangan di pasar jadi kurang laku. 

"Kalau PKH-nya uang kan, semua terbeli, pasar ramai juga. Kalau dibagi sembako kan dagangan jadi tidak laku," ujar Imah.

Salah seorang pembeli, Yana (30), mangaku kaget dengan harga telur yang kembali melonjak. Namun, ia tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, telur merupakan kebutuhan wajib yang harus ada di rumahnya setiap hari. 

"Di rumah harus ada telur setiap hari. Jadi, mau tidak mau tetap beli," kata dia.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Enung Nurteti, mengakui adanya kenaikan harga telur. Menurut dia, kenaikan harga telur itu disebabkan adanya pemberian PKH kepada masyarakat kurang mampu. 

"Itu karena ada bantuan PKH, jadi telur di pasaran kurang. Tadi juga di Cikurubuk banyak yang kosong," kata dia saat dikonfirmasi Republika. 

Ia menyebutkan, saat ini harga telur di Pasar Cikurubuk telah mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harga telur hanya sekitar Rp 22 ribu per kilogram. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA