Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Lumbung Sosial di Garut Digunakan untuk Antisipasi Kejadian Bencana

Ahad 14 Aug 2022 16:44 WIB

Rep: bayu adji p/ Red: Hiru Muhammad

Kemensos meresmikan lumbung sosial di Kecamatan Garut Kota, Sabtu (13/8/2022).

Kemensos meresmikan lumbung sosial di Kecamatan Garut Kota, Sabtu (13/8/2022).

Foto: dok Diskominfo Garut
Tujuan didirikannya lumbung sosial untuk mendekatkan buffer stock di tiap daerah

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Kementerian Sosial (Kemensos) mendirikan tiga lumbung sosial di sejumlah wilayah yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada pertengahan Juli lalu. Tiga lumbung sosial itu didirikan di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Banjarwangi.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Dadang Bunyamin, mengatakan, lumbung sosial itu berfungsi untuk menyimpan stok pengaman (buffer stock). Logistik yang disiapkan di lumbung sosial antara lain adalah beras, makanan siap saji, lauk pauk, air mineral, pakaian, selimut, tikar gulung, tenda, genset, dan toren."Itu logistiknya langsung dikirim oleh Kemensos," kata dia saat dihubungi Republika, Ahad (14/8/2022).

Baca Juga

Menurut dia, tujuan didirikannya lumbung sosial itu tak lain untuk mendekatkan buffer stock di tiap daerah yang dianggap rawan terjadi bencana alam. Dengan begitu, ketika terjadi bencana, logistik dapat segera disalurkan kepada warga yang terdampak.

"Misalnya yang di Banjarwangi, ketika ada lumbung sosial, pengiriman logistik tak perlu jauh-jauh dari Dinsos. Warga setempat bisa memanfaatkan dulu lumbung sosial," ujar dia.

Namun, ia mengatakan, bahan logistik di lumbung sosial itu hanya bisa digunakan untuk penanganan bencana. Mekanisme penggunaannya pun harus ditempuh, dari mulai laporan ke desa sampai ke kecamatan.

Dadang menjelaskan, penanganan bencana yang dimaksud tak sebatas hanya saat kejadian bencana, melainkan juga bisa digunakan saat pra dan pascakejadian bencana. Artinya, buffer stock itu bisa digunakan untuk prabencana dalam rangka mitigasi.

"Misalnya ada bahan makanan yang mau kedaluwarsa, pihak kecamatan bisa mengadakan kegiatan mitigasi. Daripada makanan itu mubazir, jadi dapat digunakan untuk kegiatan mitigasi, seperti pembersihan saluran air. Namun utamanya itu untuk saat kejadian bencana," kata dia.

Ketika stok di lumbung sosial itu telah menipis, pihak kecamatan dapat mengajukan pengisian ulanf kepada Dinsos Kabupaten Garut dengan disertai surat pertanggungjawaban. Dinsos juga akan memeriksa ketersediaan buffer stock di setiap lumbung sosial setiap tiga bulan sekali. "Kalau sudah habis, kami akan usulkan kembali ke Kemensos," ujar Dadang.

Ihwal pendirian lumbung sosial hanya dilakukan di tiga kecamatan, menurut dia, itu karena tiga kecamatan itu merupakan wilayah terparah dalam kejadian bencana pada Juli lalu. Pendirian lumbung bencana itu juga disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. "Kami mah maunya di setiap kecamatan. Namun kan anggaran terbatas," kata dia.

Dadang menyebutkan, saat ini lumbung sosial di Kabupaten Garut baru ada di enam kecamatan. Pendirian tiga lumbunv sosial sebelumnya dilakukan di Kecamatan Karangtengah, Sukawening, dan Sukaresmi, pada 2021. Tahun ini, lumbung sosial didirikan di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Banjarwangi. 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA