Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Pemerintah Gandeng IPB Kembangkan Tempe Kacang Koro

Jumat 12 Aug 2022 12:41 WIB

Red: Nur Aini

Kacang koro pedang.

Kacang koro pedang.

Foto: Kementan
Kacang koro sebagai bahan baku utama pengganti kedelai untuk produk tempe

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki mengatakan pemerintah menggandeng Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai langkah lanjutan terkait penggunaan kacang koro sebagai bahan baku utama pengganti kedelai untuk produk tempe atau tempe kacang koro.

"Begitu juga nanti, kita akan gerakkan, kita perlu kerja sama untuk mensubtitusi impor kacang kedelai. Dengan memproduksi kacang koro. Nah kita sudah dengan IPB, sudah dicoba," kata MenkopUKM Teten Masduki, saat memberikan sambutan pada acara Peringatan Hari Nasional UMKM Tahun 2022 di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Baca Juga

Berdasarkan riset sementara, kata Teten Masduki, kacang koro juga sama enaknya dengan kedelai dan cocok untuk menjadi bahan baku tempe dan tahu, kecap, dan lain sebagainya. Menurut dia, saat ini pemerintah telah menyiapkan ekosistem terkait penggunaan kacang koro untuk bahan baku tempe seperti menyiapkan akses pasar hingga modal atau pembiayaannya.

"Nah ini semua kita perlu kerja sama. Kita sudah hitung kebutuhan setiap daerah," kata Teten Masduki.

Menteri Teten menilai saat ini keberadaan koperasi tahu dan tempe masih kurang inovatif sehingga pihaknya mengajak mereka untuk melakukan inovasi seperti menciptakan tempe dari kacang koro. Dia mengatakan tingginya harga dan ketergantungan pada impor kedelai seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen mendorong dan mengembangkan bahan baku lokal non-kedelai.

"Kita terus menerus impor kedelai sementara (harganya) setiap tahun terus naik. Nah kita harus ajak koperasi tahu untuk berinovasi," kata MenkopUKM Teten Masduki.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA