Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Saham Teknologi Terkoreksi, IHSG Dibuka Turun Pagi Ini

Jumat 12 Aug 2022 10:16 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (12/8/2022). IHSG melemah ke level 7.156,55 setelah ditutup menguat signifikan pada perdagangan kemarin.

Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (12/8/2022). IHSG melemah ke level 7.156,55 setelah ditutup menguat signifikan pada perdagangan kemarin.

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Masuknya ARTO dan UNTR ke top losers juga menjadi pemberat IHSG.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah pada pembukaan perdagangan Jumat (12/8/2022). IHSG melemah ke level 7.156,55 setelah ditutup menguat signifikan pada perdagangan kemarin. 

Pergerakan IHSG pagi ini tertekan penurunan saham-saham teknologi antara lain EMTK terkoreksi 5,33 persen dan GOTO terpangkas 1,35 persen. Masuknya ARTO dan UNTR ke top losers juga menjadi pemberat IHSG. 

Baca Juga

Penurunan IHSG sejalan dengan indeks saham Asia yang dibuka variatif dengan kecenderungan melemah setelah indeks saham utama di Wall Street semalam di tutup beragam dengan NASDAQ dan S&P 500 berakhir turun.

"Investor mengevaluasi seberapa jauh bank sentral AS (Federal Reserve) harus menaikkan suku bunga acuan untuk meyakinkan bahwa tingkat inflasi akan terus turun," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Jumat (12/8/2022). 

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS naik ke level tertinggi dalam 2 minggu dengan yield US Treasury bertenor 10 tahun lompat 11 bps menjadi 2,89 persen karena investor berpandangan Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga acuan meskipun lonjakan inflasi tampak mulai mereda.

Data Indeks Harga Produsen atau Producer Prices Index (PPI) secara tak terduga turun 0,5 persen MoM (naik 9,8 persen YoY) di bulan Juli setelah naik 1,0 persen MoM (naik 11,3 persen yoy) di bulan Juni dan lebih baik dari estimasi kenaikan 0,2 persen MoM (naik 10,3 persen yoy). Ini adalah penurunan PPI yang pertama dalam lebih dari 2 tahun, utamaya di sebabkan oleh penurunan tajam harga BBM di SPBU.

Dari pasar tenaga kerja AS, data Initial Jobless Claims memperlihatkan jumlah orang yang untuk pertama kali mencairkan tunjangan pengangguran bertambah 14.000 menjadi 262.000 untuk minggu yang berakhir 6 Agustus, sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar namun mencapai level tertinggi sejak bulan November.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah naik lebih dari 1 persen setelah the International Energy Agency (IEA) menaikkan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini sebesar 380.000 barel per hari. Lonjakan harga gas alam telah mendorong sejumlah pelamggan gas alam beralih menggunakan minyak.

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi menguat hari ini. Beberapa saham juga diperkirakan bullish secara teknikal, antara lain:

BSML

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1065

Target Price 1     : 1265

Target Price 2     : 1400

Stop Loss          : 870

SHIP

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1515

Target Price 1     : 1660

Target Price 2     : 1805

Stop Loss          : 1375

AKRA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1205

Target Price 1     : 1255

Target Price 2     : 1285

Stop Loss          : 1155

 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA