Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Taiwan: 17 Pesawat Tempur China Lewati Garis Tengah

Kamis 11 Aug 2022 00:14 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

 FILE - Dalam file foto tak bertanggal ini yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan, sebuah jet tempur PLA J-16 China terbang di lokasi yang dirahasiakan. China menggelar latihan militer tembakan langsung di enam zona yang diumumkan sendiri di sekitar Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri.

FILE - Dalam file foto tak bertanggal ini yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Taiwan, sebuah jet tempur PLA J-16 China terbang di lokasi yang dirahasiakan. China menggelar latihan militer tembakan langsung di enam zona yang diumumkan sendiri di sekitar Taiwan sebagai tanggapan atas kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke pulau yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya sendiri.

Foto: AP/Taiwan Ministry of Defense
Biasanya kapal dan pesawat dari masing-masing pihak tidak melewati garis itu.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan 17 pesawat tempur China terbang di atas garis tengah Selat Taiwan,  Rabu (10/8). Sementara China melanjutkan latihan di sekitar pulau itu.

Garis tengah merupakan garis perbatasan tak resmi di Selat Taiwan yang memisahkan Taiwan dan China Daratan. Biasanya kapal dari masing-masing pihak tidak melewati garis itu.

Baca Juga

Sebelumnya dilaporkan Cina menarik janjinya untuk tidak mengirim pasukan atau perwakilan ke Taiwan untuk mengambil alih pulau itu.

Dokumen resmi yang diperbarui disebut "Pertanyaan Taiwan dan Reunifikasi China di Era Baru" itu terbit pada Rabu (10/8/2022). "Era baru" istilah yang umumnya dikaitkan dengan pemerintahan Presiden China Xi Jinping.

Di dua dokumen sebelumnya tentang Taiwan pada 1993 dan 2000, China mengatakan tidak akan mengirim pasukan atau personel pemerintahan untuk ditempatkan di Taiwan setelah mencapai reunifikasi. Penekanan ini dimaksudkan untuk memastikan Taiwan akan menikmati otonomi khusus setelah menjadi wilayah administrasi khusus China.

Tapi, keterangan tersebut tidak muncul dalam dokumen putih terbaru. Partai Komunis China yang berkuasa telah mengusulkan agar Taiwan dapat kembali ke pemerintahan di bawah model "satu negara, dua sistem", mirip dengan formula Hong Kong setelah dikembalikan Inggris ke Cina pada 1997.

China mengklaim Taiwan bagian dari wilayahnya dan tidak pernah mengabaikan kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menegaskan kedaulatannya. Taiwan menolak klaim tersebut.

Pemimpin-pemimpin Taiwan mengatakan hanya warga Taiwan yang dapat memutuskan sendiri masa depan mereka dan bersumpah mempertahankan demokrasi dan kebebasan.

Taiwan mengatakan China menggunakan kunjungan ketua House of Representatives Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan pekan lalu sebagai alasan untuk melakukan intimidasi. Tapi warga Taiwan tidak tertekan dengan intimidasi Cina.

Mereka ragu perang akan segera terjadi dan bila terjadi. Warga juga bangga dengan tekad pulau demokratis itu membela diri. Sebagai respon atas kunjungan ketua  Pelosi, Beijing menggelar latihan militer dengan mengirim pesawat dan kapal perang ke sekeliling Taiwan dan menggelar uji coba rudal.

sumber : Reuters/antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA