Friday, 4 Rabiul Awwal 1444 / 30 September 2022

Komisioner KPI Aceh Ajak Siswa MAN Model Kritis Memilih Konten dan Isi Siaran

Rabu 10 Aug 2022 07:19 WIB

Red: Irwan Kelana

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Dr  Teuku Zulkhairi  menjadi  pembina upacara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Dr Teuku Zulkhairi menjadi pembina upacara di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh, Senin (8/8/2022).

Foto: Dok KPI Aceh
Siswa juga diajak waspadai isi konten-konten yang menjurus kepada hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh, Dr  Teuku Zulkhairi mengajak siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model Banda Aceh agar selektif dalam memilih konten dan isi siaran. Baik konten di berbagai platform media sosial maupun isi siaran dari lembaga penyiaran. 

Tujuannya supaya mereka sebagai generasi muda hanya menyaksikan isi siaran yang bermanfaat saja, baik manfaat untuk dunia maupun untuk akhirat. Ajakan ini disampaikan saat Teuku Zulkhairi menjadi pembina upacara  di lapangan MAN Model tersebut di Banda Aceh, Senin (8/8/2022) pagi.

“Siswa-siswi sebagai generasi muda harapan Islam dan bangsa. Kita saat ini diserbu berbagai tayangan dan isi siaran. Ada yang bermanfaat dan ada yang sama sekali tidak bermanfaat. Maka siswa-siswa semuanya harus selektif dalam memilih isi siaran, jangan mudah terpengaruh dengan konten dan kritislah di hadapan isi siaran dan informasi apapun, “ seru Zulkhairi seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id.

Selain perlunya sikap selektif dalam memilih isi siaran yang edukatif dan mencerdaskan, Zulkhairi juga mendorong agar para siswa-siswi MAN Model sebagai calon pemimpin masa depan di Aceh agar dapat waspadai isi konten-konten yang menjurus kepada hoaks.

“Saya juga mengajak siswa-siswi sekalian agar jadilah agen pengawasan. Sekarang kami para komisioner KPI Aceh memiliki keterbatasan mata untuk melihat dan mengawasi isi siaran. Maka kami sangat menanti partisipasi para siswa-siswi sekalian untuk mengawasi isi siaran dengan harapan supaya konten-konten yang disajikan ke depan masyarakat kita dapat semakin edukatif dan berkualitas. Aturan yang ada sudah jelas, sekarang mari dorong agar aturan itu dipatuhi,“  ujar Zulkhairi.

Sebelumnya, saat mengawali tausyiah siangkatnya usai membaca teks Pancasila, Teuku Zulkhairi mengutip ungkapan dari Imam Syafi’i yang menyebutkan bahwa kehidupan seorang pemuda haruslah dengan ilmu dan ketakwaan. Tanpa keduanya, ujar Zulkhairi mengutip sya’ir Imam Syafi’i, maka tidak akan dianggap keberadaannya di dunia ini.

“Tanpa ilmu dan ketakwaan, maka adanya seorang pemuda di dunia akan seperti tiada. Keberadaannya seperti tiada. Oleh sebab itu, termasuk dalam hal ini para generasi muda harus membekali diri dengan ilmu untuk menghadapi gelombang inoformasi dan konten-konten siaran yang membanjiri kehidupan kita, “ kata Zulkhairi.

Upacara Senin pagi merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan MAN Model Banda Aceh. Pada penyelenggaraan upacara ini diisi dengan pengibaran bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemutaran Mars MAN Model, pembacaan teks Pancasila oleh pembicara serta tausyiah singkat.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA